Home ADVETORIAL Disdikbud Bontang Ungkap Tantangan Penanganan Anak Autis di Autis Centre
ADVETORIALBONTANG

Disdikbud Bontang Ungkap Tantangan Penanganan Anak Autis di Autis Centre

69

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin. (FOTO: Re/narasipedia.net)

BONTANG. Penanganan anak dengan spektrum autisme membutuhkan pendekatan yang tidak sederhana. Hal ini disampaikan Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, saat menjelaskan fungsi Autis Centre di Kota Bontang.

Ia menegaskan, Autis Centre tidak difungsikan sebagai sekolah formal, melainkan sebagai pusat layanan terapi yang fokus pada penanganan perilaku dan respons anak terhadap lingkungan.

“Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Ada yang sensitif terhadap suara, ada yang sulit menerima perubahan, bahkan ada yang mudah mengalami ledakan emosi,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendampingan. Oleh karena itu, metode yang digunakan tidak bisa disamakan dengan sistem pembelajaran umum.

Ia menuturkan, salah satu hal yang sering terjadi adalah anak menolak perubahan rutinitas yang dianggap sepele oleh orang lain.

“Contohnya ketika kebiasaan antar-jemput berubah, anak bisa menolak bahkan marah. Ini bukan sekadar perilaku biasa, tapi bagian dari kondisi yang harus dipahami,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Melalui terapi di Autis Centre, anak-anak dilatih untuk mengenali perubahan secara bertahap dan belajar mengendalikan respons mereka.

Pendekatan dilakukan secara personal dengan jadwal yang telah disusun. Setiap sesi terapi dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik masing-masing anak.

“Tidak bisa ditangani sekaligus dalam satu kelas. Harus satu per satu, karena setiap anak punya pola penanganan berbeda,” katanya.

Untuk mengatasi kompleksitas tersebut, Disdikbud telah melatih puluhan tenaga pendamping agar mampu memahami karakter anak autis secara lebih mendalam. Selain pelatihan, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi guna memastikan metode yang digunakan tetap relevan.

Saparuddin berharap masyarakat dapat memahami bahwa layanan di Autis Centre bukan hal yang sederhana, melainkan membutuhkan kesabaran dan pendekatan khusus.

PENULIS: Re

Related Articles

ADVETORIALBONTANG

Wujudkan Internet Publik Sehat, Dikominfo Bontang Batasi Game Online, Judi Online, dan Akses Saat Waktu Salat di Jaringan BONTANG ZERO BLANKSPOT 

Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, saat melakukan monev fasilitas internet publik...

ADVETORIALBONTANGEDUKASI

Bukan Sekadar Ganti Nama, Transisi Bontang Bebas Kuota ke BONTANG ZERO BLANKSPOT Jadi Langkah Nyata Pemerataan Akses Digital

Diskominfo Bontang saat lakukan monev program internet publik gratis BONTANG ZERO BLANKSPOT....

BONTANG

​PWI Bontang Buka UKW Kelas Muda hingga Utama, Bentuk Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Pers

BONTANG. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam membina...

ADVETORIALBONTANGCORPORATE

Sinergi Penanganan Karhutla Bontang, Pupuk Kaltim Salurkan Ribuan Masker hingga Extra Fooding

BONTANG. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program PKT Proaktif menyalurkan...