DKP3 memberikan bantuan ayam petelur kepada peternak melalui APBD Bontang tahun ini. (Foto: SP/narasipedia.net)
BONTANG. Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mulai menyalurkan bantuan ternak ayam petelur kepada kelompok tani melalui anggaran APBD, Senin (27/7/2026). Total sebanyak 600 ekor ayam petelur diserahkan kepada tiga kelompok penerima dengan harapan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program penanganan stunting.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Bontang, drh Riyono, mengatakan mayoritas bantuan diberikan kepada Kelompok Maju Lestari Jaya di Kelurahan Bontang Lestari. Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada dua Kelompok Wanita Tani (KWT).
“Total ada 600 ekor ayam petelur yang kami serahkan. Sebanyak 548 ekor untuk Kelompok Maju Lestari Jaya, kemudian 30 ekor untuk Kelompok Wanita Tani Telihan dan 24 ekor untuk KWT Bontang Lestari,” ujarnya.
Menurut Riyono, bantuan tersebut tidak hanya berupa bibit ayam petelur, tetapi juga dilengkapi dengan pakan yang diproyeksikan cukup hingga ayam memasuki masa produksi telur. Dengan begitu, kelompok penerima tidak langsung terbebani biaya operasional pada tahap awal pemeliharaan.
“Pakan juga kami siapkan sampai ayam mulai bertelur. Setelah memasuki masa produksi, kelompok diharapkan sudah bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhan pakan dari hasil usaha mereka,” jelasnya.
Ia menerangkan, ayam yang disalurkan saat ini berusia sekitar 17 hingga 18 minggu. Apabila tidak ada kendala, ayam diperkirakan mulai bertelur pada pertengahan bulan depan.
“Sekarang umur ayam sekitar 17 sampai 18 minggu. Perkiraan paling lambat pertengahan bulan depan sudah mulai bertelur,” katanya.
Lebih lanjut, Riyono mengungkapkan, DKP3 bersama pemerintah kelurahan telah membangun komitmen dengan kelompok penerima agar sebagian hasil produksi telur nantinya disalurkan untuk mendukung program pencegahan stunting di lingkungan sekitar.
Melalui kesepakatan tersebut, kelompok penerima bersedia menyisihkan sekitar 10 piring telur setiap bulan. Namun, pelaksanaannya tetap akan dievaluasi menyesuaikan kondisi usaha, termasuk apabila terjadi kenaikan harga pakan.
“Kami sudah berkomitmen dengan kelompok dan pihak kelurahan. Nanti sebagian hasil telur akan disalurkan untuk membantu program pencegahan stunting. Kesepakatannya sekitar 10 piring telur setiap bulan, tetapi tentu akan dievaluasi apabila ada perubahan kondisi, misalnya harga pakan meningkat,” terangnya.
Riyono menambahkan, bantuan ayam petelur melalui APBD ini merupakan yang pertama bagi kelompok penerima tersebut. Sebelumnya, bantuan serupa memang pernah diberikan melalui anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi dengan sasaran kelompok yang berbeda.
“Kalau dari APBD, ini pertama kali untuk kelompok penerima tersebut. Sebelumnya ada bantuan dari provinsi untuk kelompok lain di Kelurahan Belimbing. Ada juga bantuan CSR dari Kaltim Methanol Industri kepada kelompok berbeda di Bontang,” ungkapnya.
Selain program ayam petelur, DKP3 Bontang juga menyiapkan bantuan ternak kambing. Namun, proses penyalurannya masih dalam tahap persiapan sehingga belum didistribusikan kepada kelompok penerima.
“Untuk program peternakan berikutnya ada bantuan kambing, tetapi saat ini masih berproses dan belum disalurkan,” tutupnya.
PENULIS: SP