Home BONTANG Odah Etam: Dari Bontang Menembus Pasar Dunia, Jadi Koleksi Wajib Para Kolektor Anime Kelas Atas
BONTANGGAYA HIDUP

Odah Etam: Dari Bontang Menembus Pasar Dunia, Jadi Koleksi Wajib Para Kolektor Anime Kelas Atas

301

Gading Marten, Ben Whittaker, dan Ari Lesmana (Kiri ke kanan), mengenakan produk Odah Etam di video sosial media mereka. (FOTO: Ist.) 

BONTANG. Di tengah gempuran produk fesyen massal yang serupa satu sama lain, sebuah jenama asal Kota Taman, Odah Etam, muncul dengan narasi yang berbeda. Bukan sekadar menjual pakaian, Arya, sang pemilik, berhasil membawa identitas lokal Kalimantan Timur ke panggung internasional melalui kurasi visual anime yang berani dan eksklusif.

Nama “Odah Etam” yang diambil dari bahasa Kutai berarti “Rumah Kita”. Namun, di tangan Arya, makna ini berkembang menjadi sebuah misi besar untuk meruntuhkan sekat antara kreator dan penikmat.

“Kami ingin Odah Etam menjadi rumah bagi ide-ide liar, aspirasi, dan ekspresi yang mungkin tidak menemukan tempat di arus utama,” ungkap Arya.

Bagi mereka, sebuah karya yang lahir bukan lagi milik individu, melainkan representasi identitas bagi komunitas yang memiliki “frekuensi” yang sama. Filosofi ini menjadikan setiap artikel yang dirilis sebagai simbol kebanggaan kolektif, sebuah ruang di mana kreativitas yang berani tampil beda dapat pulang dan merasa diterima.

Salah satu kekuatan utama Odah Etam terletak pada keberaniannya mengadopsi kultur desain bootleg. Berbeda dengan merchandise resmi yang sering kali kaku karena batasan lisensi, Arya memilih jalur ini untuk mengejar kebebasan artistik yang tanpa batas.

Melalui teknik mash-up, Arya menggabungkan elemen dari berbagai era anime. Baik yang sedang hype maupun seri klasik, menjadi satu komposisi visual yang berani. Hasilnya? Sebuah karya seni fan-art yang memiliki “jiwa” dan karakter kuat.

“Kami menyeimbangkan elemen asli anime dengan sentuhan kustom, mulai dari manipulasi warna sinematik hingga tipografi eksklusif. Setiap desain adalah hasil kurasi visual yang mendalam,” jelasnya.

Arya mengenakan salah satu kaos Odah Etam dengan art print dari anime One Piece (FOTO: Doc. Pribadi) 

Meski mengusung semangat kebebasan, Odah Etam tidak main-main dalam urusan kualitas fisik. Setiap artikel menggunakan bahan Cotton Combed 16s yang tebal namun nyaman, dipadukan dengan teknik sablon manual (Manual Screen Print) menggunakan tinta Plastisol.

Ciri khas yang paling mencolok adalah penggunaan arsiran detail pada setiap gambar depan dengan efek warna yang tajam. Untuk menambah kesan eksklusif, Arya sering kali menghadirkan vibe vintage melalui permainan warna desain hingga penggunaan bahan kaos faded (belel alami) yang digandrungi kolektor.

Namun, kualitas premium ini kerap mendatangkan tantangan tersendiri, dimana banyak pelanggan yang masih membandingkan harga mereka dengan kaos sablon massal di pasar loak.

“Padahal, yang mereka bayar adalah biaya kreatif, kurasi desain, dan kualitas bahan, bukan sekadar gambar tempel,” jelas Arya.

Eksklusivitas Odah Etam rupanya telah mencapai mancanegara. Dengan sistem produksi terbatas (limited run), kaos-kaos ini menjadi barang buruan para kolektor yang menginginkan kebanggaan tersendiri saat memakainya di komunitas.

Tak main-main, jejak pengiriman Odah Etam sudah menjangkau Jepang, Malaysia, Thailand, hingga Inggris dan Amerika Serikat. Bahkan, deretan figur publik ternama seperti Ari Lesmana dan Gading Marten diketahui telah mengoleksi karya dari Odah Etam. Tak ketinggalan, petinju profesional asal Inggris, Ben Whittaker, kedapatan mengenakan baju rilisan “Etamz” ini pada sesi latihannya di video sosial medianya.

“Untuk rencana ke depan, kami sedang menjajaki kolaborasi dengan komunitas anime di Jogja. Sebelumnya, kami juga sudah sering berkolaborasi dengan komunitas serupa di Amerika Serikat,” tutur Arya optimistis.

Bagi Anda pecinta anime dari segala usia yang ingin merasakan sensasi mengenakan karya seni yang berani beda, koleksi lengkap Odah Etam dapat diintip melalui akun Instagram resmi mereka di @Odahetam atau @ETAMZ.ID.

Related Articles

ADVETORIALBONTANGCORPORATEEDUKASI

PT Badak NGL Fasilitasi Penyaluran Bantuan Pendidikan OGFICE 2026 Senilai Rp316,5 Juta untuk Kota Bontang

BONTANG. Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan di...

BONTANGGAYA HIDUPRAGAM

Bantu UMKM Baru Merintis, MemoDigital Rilis Aplikasi Kasir MemoCash yang Praktis dan Gratis

BONTANG. Upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Taman...

BONTANG

Kecewa Badak LNG Mangkir, DPRD Bontang Peringatkan Potensi Konflik Sosial Soal Lahan 

Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, yang juga merupakan anggota...

BONTANG

Kakanwil Tinjau Kebun SAE Lapas Bontang, Panen 15 Kg Kacang Panjang

BONTANG. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur meninjau Kebun Sarana...