SAMARINDA. Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) meminta proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman untuk periode mendatang tetap berjalan secara transparan setelah jadwal tahapan pemilihan mengalami penundaan.
Ketua IKA Unmul, Agus Suwandi, mengatakan keterbukaan informasi diperlukan agar seluruh sivitas akademika memperoleh kepastian mengenai arah dan kelanjutan proses pemilihan rektor.
Menurutnya, penundaan tidak semestinya menimbulkan spekulasi maupun memperlebar perbedaan pandangan di lingkungan kampus. Ia meminta semua pihak tetap mengedepankan suasana kondusif serta menjaga hubungan baik antarelemen universitas.
“Kami meminta seluruh elemen kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni, tetap menjaga persatuan dan keharmonisan. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai memecah kebersamaan yang telah terjalin,” kata Agus.
Agus menilai, proses pemilihan rektor harus ditempatkan sebagai agenda bersama untuk menentukan arah kepemimpinan dan pengembangan Unmul ke depan. Karena itu, setiap tahapan perlu dilaksanakan secara cermat, sesuai ketentuan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menyebut penundaan dapat menjadi kesempatan bagi pihak terkait untuk melakukan penyempurnaan proses, termasuk memastikan prosedur berjalan jelas dan tidak menimbulkan keraguan di kalangan sivitas akademika.
“Penundaan ini hendaknya menjadi momentum untuk memastikan setiap tahapan berjalan sempurna, bukan menghambat kemajuan kampus,” ujarnya.
IKA Unmul juga mendorong panitia pelaksana dan pihak berwenang menyampaikan informasi perkembangan tahapan secara terbuka. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik internal terhadap proses pemilihan.
Selain transparansi, Agus menekankan bahwa rektor yang terpilih nantinya harus memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, dan pandangan yang luas dalam membawa Unmul menghadapi tantangan pendidikan tinggi.
Rektor terpilih, kata dia, diharapkan mampu memperkuat posisi Unmul sebagai perguruan tinggi yang berperan dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, baik di Kalimantan Timur maupun secara nasional.
“Tujuan utama seluruh rangkaian ini adalah mendapatkan pilihan terbaik bagi kemajuan Unmul,” katanya.
IKA Unmul berharap seluruh pihak dapat menyikapi dinamika Pilrek secara dewasa. Perbedaan pendapat di lingkungan akademik, menurut Agus, harus disalurkan melalui mekanisme yang santun dan tetap berorientasi pada kepentingan institusi.
PENULIS: Axel