Ilustrasi Pelabuhan di Bontang Lestari. (FOTO: AI Generated)
BONTANG. Lambatnya perkembangan investasi di kawasan Bontang Lestari dinilai tidak hanya disebabkan oleh faktor jalan, tetapi juga keterbatasan konektivitas logistik, khususnya akses melalui jalur laut.
Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, menilai pembangunan pelabuhan menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan daya tarik investasi di kawasan tersebut.
Menurutnya, sejak pusat pemerintahan pindah ke Bontang Lestari pada 2011, pertumbuhan investasi belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satu penyebabnya adalah aksesibilitas yang masih bergantung pada jalur darat.
“Konektivitas bukan hanya soal jalan. Bagaimana akses laut juga harus diperkuat. Investor akan lebih tertarik jika tersedia pelabuhan yang mendukung aktivitas industri,” kata Syahruddin belum lama ini.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah berdiskusi mengenai peluang masuknya investor untuk membangun pelabuhan, mengingat kewenangan pengelolaan pelabuhan saat ini bukan berada di pemerintah kota.
Menurutnya, keberadaan pelabuhan dapat menekan biaya investasi perusahaan yang ingin beroperasi di kawasan industri Bontang Lestari karena tidak perlu lagi membangun fasilitas pendukung sendiri.
Selain pelabuhan, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan daya saing daerah melalui penyediaan infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih, serta kepastian tata ruang.
Syahruddin menegaskan bahwa peningkatan investasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan fiskal yang diperkirakan muncul pada periode 2027 hingga 2029.
“Kita harus mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri agar pendapatan daerah meningkat. Investasi menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut,” pungkasnya.
PENULIS: AD