Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Kota Bontang, Yudhi Pancoro, pada saat menyampaikan program strategis dan capaian layanan digitalisasi. (FOTO: Rudy / narasdipedia.net)
BONTANG. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang memaparkan sejumlah program strategis dan capaian layanan digitalisasi dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (19/06/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat transformasi digital dan keterpaduan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.
Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Kota Bontang, Yudhi Pancoro, menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bontang kini dilarang keras membangun aplikasi secara mandiri tanpa adanya rekomendasi resmi dari Diskominfo. Kebijakan satu pintu ini diterapkan guna memastikan efisiensi dan integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) sesuai dengan ketentuan Permenpan RB.
“Kami sudah memetakan seluruh kebutuhan melalui audit aplikasi. Setiap aplikasi yang akan dikembangkan ke depan wajib memiliki alur proses bisnis yang jelas, mampu diintegrasikan, dan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Diskominfo tengah memfasilitasi pembangunan 11 aplikasi strategis, termasuk aplikasi Sipadu (Sistem Kependudukan Pelayanan Terpadu) tingkat kelurahan dan kecamatan yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam Super App Kota Bontang. Selain standardisasi aplikasi, Diskominfo Bontang juga memaparkan capaian pengelolaan infrastruktur teknologi informasi selama semester pertama tahun 2026, di antaranya, Penyediaan Internet Publik, Jaringan Intra Pemerintah, Layanan Virtual Meeting, Call Center Darurat 112, serta Keamanan dan Informasi Publik.
Menutup keterangannya, Yudhi menyampaikan bahwa Diskominfo Bontang saat ini juga tengah mempercepat perbaikan infrastruktur keras (hardisk) pada sistem layanan TIK yang sempat mengalami kendala teknis. Kedepannya, seluruh layanan pemantauan CCTV dan pengaduan masyarakat akan diintegrasikan secara penuh agar dapat diakses langsung oleh warga melalui peluncuran Super App Kota Bontang dalam waktu dekat.