DKP3 Bontang melakukan peengecekan sampel pangan yang digunakan SPPG di Bontang Selatan. (FOTO: SP/narasipedia.net)
BONTANG. Keamanan bahan pangan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang terus diawasi. Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang melakukan uji cepat terhadap sejumlah bahan pangan di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Bontang Selatan.
Hasilnya, lima jenis bahan pangan segar yang diperiksa dinyatakan negatif pestisida sehingga aman dan layak dikonsumsi.
Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian DKP3 Bontang, Fahruddin mengatakan, pemeriksaan dilakukan Bidang Ketahanan Pangan melalui Sub Keamanan Pangan pada Selasa (4/8/2026).
Pengawasan menyasar SPPG Bontang Selatan 04 dan SPPG Bontang Selatan 06. Petugas mengambil sampel Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) untuk menjalani pengujian menggunakan metode rapid test pestisida.
“Bahan pangan yang diuji antara lain wortel, kubis, kelengkeng, sawi hijau, dan sawi putih. Dari hasil rapid test, seluruh sampel memperoleh hasil negatif pestisida,” kata Fahruddin.
Dengan hasil tersebut, bahan pangan yang diperiksa dinyatakan memenuhi aspek keamanan dan layak digunakan untuk konsumsi penerima manfaat Program MBG.
Menurut Fahruddin, monitoring keamanan dan mutu pangan menjadi bagian penting dalam memastikan bahan yang masuk ke dapur SPPG tetap terkontrol. Terlebih, makanan yang diproduksi nantinya dikonsumsi oleh siswa penerima manfaat.
Selain melakukan pengujian bahan pangan, DKP3 Bontang melalui Bidang Ketahanan Pangan juga melakukan pengawasan terhadap proses pendistribusian Makan Bergizi Gratis.
Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas DKP3 dalam Sekretariat Satuan Tugas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Bontang.
Kegiatan tersebut melibatkan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, koordinator wilayah kecamatan di Bontang Utara, serta Kepala SPPG Bontang Selatan 04 dan 06.
Monitoring pendistribusian dilakukan di SD Negeri 005 Bontang Selatan dan SMK Negeri 2 Bontang.
Fahruddin menjelaskan, pengawasan diperlukan untuk memastikan makanan yang sampai kepada siswa memenuhi standar keamanan, mutu, kebersihan, dan kecukupan gizi.
Selain itu, distribusi makanan harus berjalan tepat waktu dan tepat sasaran serta makanan sampai kepada penerima dalam kondisi layak konsumsi.
Melalui monitoring tersebut, potensi kendala maupun penyimpangan selama proses pendistribusian MBG dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti.
Pengawasan ini diharapkan membuat pelaksanaan MBG di Bontang berjalan sesuai standar, sekaligus memastikan makanan yang diterima pelajar aman untuk dikonsumsi.
PENULIS: SP