Home BONTANG Kabut Asap Selimuti Bontang, Dokter Paru Ingatkan Bahaya PM2.5 bagi Kesehatan
BONTANG

Kabut Asap Selimuti Bontang, Dokter Paru Ingatkan Bahaya PM2.5 bagi Kesehatan

40

BONTANG. Kabut asap menyelimuti Kota Bontang, Kamis (17/9/2026) pagi. Sejumlah kawasan kota tampak tertutup asap cukup pekat hingga membuat jarak pandang berkurang dan pemandangan permukiman terlihat samar.

Kondisi udara seperti ini perlu diwaspadai karena asap karhutla dapat membawa partikulat halus seperti PM2.5 dan PM10 yang berisiko masuk jauh ke saluran pernapasan.

Dokter Spesialis Paru salah satu rumah sakit swasta di Bontang, dr. Ferryansyah, Sp.P, mengatakan paparan asap dalam jangka pendek dapat memicu iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, pilek hingga sesak napas. Bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis dan PPOK, paparan asap dapat memperburuk kondisi tersebut.

“Partikel halus seperti PM2.5 sangat berbahaya karena bisa masuk ke pembuluh darah dan organ tubuh. Risiko jangka panjangnya mencakup peningkatan infeksi saluran napas, penyakit jantung, stroke, hingga kanker paru,” ujarnya.

Dijelaskannya, kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis diminta untuk ekstra waspada. Dan untuk meminimalkan dampak buruk kesehatan, dr. Ferry membagikan sejumlah panduan praktis yang dapat diterapkan masyarakat sehari-hari, mulai dari mengurangi aktivitas di luar ruangan dengan berdiam di dalam rumah serta memastikan jendela dan pintu tertutup rapat, hingga memilih masker yang tepat seperti jenis N95 atau KN95 saat harus beraktivitas di luar karena masker kain maupun masker bedah biasa tidak memberikan perlindungan optimal terhadap partikel halus PM2.5.

Selain itu, masyarakat disarankan menjaga kualitas udara dalam ruangan menggunakan air purifier atau memperbanyak tanaman hias indoor, serta menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi seimbang, sembari mengimbau para penderita asma atau PPOK agar selalu mematuhi jadwal pengobatan, membawa inhaler, dan menghindari faktor pencetus.

dr. Ferry juga mengingatkan masyarakat untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala darurat, seperti sesak napas berat, mengi berat, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau pemburukan gejala penyakit paru dan jantung yang sudah ada sebelumnya.

“Udara bersih adalah hak kita bersama, dan paru-paru yang sehat adalah masa depan kita. Oleh karena itu, mari kita saling menjaga dan menerapkan langkah-langkah pencegahan demi kesehatan bersama,” pungkasnya.

Related Articles

ADVETORIALBONTANG

Soal 25 Merek Beras Fortifikasi, DKP3 Bontang Tunggu Arahan Kementan

Ilustrasi beras fortifikasi yang diduga bermasalah dan beredar di pasaran. (FOTO: AI...

ADVETORIALBONTANG

Integrasikan Berbagai Layanan Publik, Diskominfo Bontang Siapkan Super App Limau

Kabid Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Bontang, Yudi Pancoro. (FOTO: Rdy/narasipedia.net) BONTANG. Guna memaksimalkan...

ADVETORIALBONTANG

Butuh Rekaman CCTV Kota untuk Bukti Kejadian? Ini Prosedur Resmi ke Diskominfo Bontang

BONTANG. Adanya tindak kejahatan di pemukiman warga hingga musibah kecelakaan kerap membutuhkan...

ADVETORIALBONTANG

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Ini Manfaat Puluhan Titik CCTV Baru di Bontang

BONTANG. Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperluas...