Kepala Diskominfo Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal. (FOTO: RDY/narasipedia.net)
BONTANG. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang meminta masyarakat menggunakan fasilitas Wi-Fi publik secara bijak agar layanan internet gratis dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Kepala Diskominfo Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengatakan imbauan tersebut menjadi salah satu hal yang disampaikan kepada masyarakat saat pihaknya melakukan monitoring dan evaluasi layanan Wi-Fi publik di sejumlah titik.
Menurutnya, salah satu persoalan yang ditemukan di lapangan adalah penggunaan Wi-Fi secara intensif untuk bermain game. Aktivitas tersebut dinilai dapat menghabiskan kapasitas jaringan sehingga memengaruhi pengguna lain yang memanfaatkan internet untuk kebutuhan pendidikan maupun aktivitas lainnya.
“Kalau untuk YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, atau untuk pembelajaran anak-anak itu pasti lancar. Tapi kalau sudah digunakan untuk main game, pasti akan lelet karena banyak mengambil kuota,” ujar Andi saat ditemui di kantornya, Kamis (13/8/2026).
Karena itu, Diskominfo berencana melakukan pembahasan kembali bersama penyedia layanan terkait pembatasan akses terhadap sejumlah gim daring. Setidaknya terdapat empat game yang menjadi perhatian, di antaranya PUBG dan Mobile Legends.
Andi mengatakan pembatasan tersebut bukan dimaksudkan untuk melarang masyarakat menggunakan Wi-Fi, melainkan memastikan fasilitas yang disediakan pemerintah dapat digunakan untuk kepentingan yang lebih luas.
Ia juga mengungkapkan, mekanisme pemutusan layanan selama 30 menit pada setiap waktu salat telah berjalan di sejumlah titik. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari ketentuan penggunaan Wi-Fi publik yang telah ditetapkan sejak awal program.
Di sisi lain, Diskominfo juga menemukan masyarakat masih menginginkan program Wi-Fi gratis tersebut dilanjutkan pada 2027. Masukan itu diperoleh dari ketua RT maupun warga yang ditemui saat monev.
“Masyarakat yang kami temui menyampaikan ini bermanfaat sekali untuk anak-anak kami karena sekarang anak-anak sekolah banyak pelajarannya secara online,” katanya.
Andi juga menjelaskan mengenai Wi-Fi gratis di kawasan ramah anak, termasuk Taman Tanjung Laut Indah dan Taman Adipura. Penggunaan password pada titik tersebut, menurutnya, berkaitan dengan ketentuan dalam penyelenggaraan ruang publik ramah anak. Password tetap dapat diperoleh masyarakat melalui pengelola taman karena Diskominfo telah menyerahkan informasi password kepada pengelola taman.
Namun, permintaan akses untuk anak-anak diarahkan melalui orang tua kepada pengelola taman agar penggunaan internetnya dapat lebih terkontrol. Dengan demikian, masyarakat, termasuk mahasiswa yang membutuhkan akses internet untuk mengerjakan tugas, tetap dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan meminta akses kepada pengelola taman.
Andi berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas Wi-Fi publik dan menggunakannya sesuai kebutuhan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.