BONTANG. Bagi sebagian besar orang, mengenakan jam tangan di pergelangan tangan kiri sudah menjadi kebiasaan otomatis tanpa perlu berpikir panjang. Tapi, tahukah kamu alasan di balik tradisi ini? Kebiasaan yang tampak sepele ini ternyata menyimpan sejarah unik yang berkaitan erat dengan desain teknologi pada masa lalu.
Sejarah jam tangan bermula dari era ketika penunjuk waktu masih menggunakan mekanisme putar manual (mechanical watch) menggunakan kenop kecil (crown) di bagian samping bodi jam. Seperti dicatat dalam sejarah horologi dunia yang didokumentasikan oleh Guinness World Records, mayoritas populasi manusia di dunia adalah seorang right-handed (lebih dominan menggunakan tangan kanan).
Oleh karena itu, tangan kanan digunakan untuk memutar kenop jam sementara tangan kiri bertugas memakainya
Selain faktor kemudahan memutar per, tangan kiri dipilih karena dianggap jarang bergerak aktif dibandingkan tangan kanan yang sering dipakai beraktivitas fisik. Merujuk pada arsip perkembangan ergonomi perangkat sandang (wearable history) dari WatchTime Archives, dengan menaruh jam di tangan kiri, risiko bodi atau kaca jam tangan terbentur, tergores, atau rusak menjadi jauh lebih kecil.
Meskipun saat ini jam tangan digital dan smartwatch sudah mendominasi pasar tanpa perlu lagi diputar manual, tradisi memakai jam di pergelangan tangan kiri tetap bertahan sebagai standar kenyamanan hingga hari ini.