Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (FOTO: Re/narasipedia.net)
BONTANG. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menekankan pentingnya inovasi program sebagai tindak lanjut dari rotasi ASN jilid II, dengan harapan mampu menghadirkan terobosan baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Perubahan komposisi pejabat dinilai sebagai peluang untuk menghadirkan ide-ide segar yang dapat menjawab berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Disdikbud melihat bahwa inovasi menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyebut bahwa setiap pejabat baru diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam menjalankan tugasnya.
“Rotasi ini membuka ruang bagi munculnya inovasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan bahwa inovasi tidak harus berskala besar, tetapi bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Disdikbud juga akan memberikan ruang bagi pejabat untuk mengembangkan program-program baru yang dinilai efektif dan efisien.
Dengan demikian, setiap bidang dapat berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif di sektor pendidikan.
“Harapannya, pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri dan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi pendidikan di Bontang,” tegasnya.
PENULIS: Re