Home ADVETORIAL Evaluasi LKPJ 2025, DPRD Kota Bontang Tekankan Akurasi Perencanaan Anggaran
ADVETORIALBONTANG

Evaluasi LKPJ 2025, DPRD Kota Bontang Tekankan Akurasi Perencanaan Anggaran

7

Rapat kerja Pansus DPRD Bontang bersama BKPSDM (FOTO : LA/narasipediq.net)

BONTANG. Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bontang Tahun Anggaran 2025 menjadi momentum evaluasi serius bagi DPRD, khususnya terkait ketepatan perencanaan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam rapat Panitia Khusus (Pansus), dewan menyoroti masih besarnya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang dinilai mencerminkan perlunya pembenahan dalam proses perencanaan, terutama pada belanja pegawai.

Anggota pansus, Ubayya Bengawan, menilai bahwa besarnya Silpa menunjukkan proyeksi anggaran yang belum sepenuhnya presisi. Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat OPD dengan sisa anggaran yang cukup besar, bahkan didominasi oleh pos gaji dan tunjangan.

“Kalau dicermati, ada OPD yang menyisakan anggaran cukup besar, bahkan sebagian besar berasal dari belanja pegawai. Ini menunjukkan perencanaan yang perlu diperbaiki,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, meskipun terdapat variabel dinamis seperti mutasi, promosi jabatan, maupun pegawai yang memasuki masa pensiun, hal tersebut seharusnya tetap bisa diantisipasi dalam penyusunan anggaran.

“Perubahan dalam struktur kepegawaian memang tidak selalu bisa dipastikan, tetapi tetap harus dihitung dengan pendekatan yang lebih matang,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, mengakui bahwa pihaknya perlu melakukan penyesuaian dalam menyusun perencanaan anggaran ke depan. Ia menyebut, dinamika dalam sistem kerja dan kondisi kepegawaian menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan proyeksi kebutuhan anggaran.

“Kami melihat memang diperlukan perencanaan yang lebih fleksibel dan responsif, mengingat ada berbagai perubahan dalam sistem kerja serta dinamika pegawai seperti pensiun dan rotasi jabatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan agar perhitungan anggaran, khususnya pada belanja pegawai, dapat lebih mendekati kondisi riil di lapangan.

“Ke depan, kami akan memperbaiki metode perhitungan agar lebih akurat, sehingga sisa anggaran tidak terlalu besar dan bisa dimanfaatkan secara optimal,” tutupnya.

PENULIS : LA

narasipedia logo N jadi

NARASIPEDIA

Kabar Baik Untuk Semua

Trending Now

Hot Topics

Related Articles

ADVETORIALBONTANG

Komisi A DPRD Bontang Siap Perjuangkan Nasib Guru Honorer ke Kementerian

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan (FOTO : LA/narasipedia.net) BONTANG....

ADVETORIALBONTANG

Transparansi Rekrutmen Disorot, DPRD Kota Bontang Minta Perusahaan Perkuat Sistem Seleksi

Kunjungan kerja Komisi A DPRD Bontang ke Badak LNG (FOTO : LA/narasipedia.net)...

ADVETORIALBONTANG

DPRD Bontang Soroti Sistem Informasi Layanan Puskesmas, Minta Sosialisasi Jam Pelayanan Diperkuat

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto (FOTO : LA/Narasipedia.net) BONTANG. DPRD...

ADVETORIALBONTANG

DPRD Bontang Tekankan Optimalisasi PAD Pelabuhan, Soroti Lambannya Tindak Lanjut Dishub

Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Sem Nalpa Mario Guling (FOTO :...

Tentang Kami

Tentang | Kontak | Kru narasipedia | Pedoman Media Siber

Sosial Media

© Copyright 2025 - PT. Pedia Media Nusantara - narasipedia.net