Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan (FOTO : LA/narasipedia.net)
BONTANG. Komisi A DPRD Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib tenaga honorer di tengah rencana penghapusan tenaga non-ASN pada 2027.
Langkah konkret yang akan diambil adalah melakukan kunjungan kerja atau “safari” birokrasi ke Kementerian.
Wakil Ketua Komisi A, Ubayya Bengawan, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan langsung aspirasi daerah terkait masa depan guru honorer, khususnya di sekolah negeri yang masih sangat bergantung pada tenaga non-ASN.
“Kita akan bersama-sama pemerintah berjuang di pusat membawa aspirasi ini. Rencananya kita ke Kementerian Pendidikan, Komisi DPR RI yang membidangi pendidikan, juga ke BKN dan Kemenpan-RB,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Menurut Ubayya, langkah “jemput bola” ini penting agar pemerintah pusat memahami kondisi riil di lapangan. Ia menilai, kebijakan nasional perlu mempertimbangkan fakta bahwa banyak guru honorer telah mengabdi lama dan berperan vital dalam keberlangsungan pendidikan daerah.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya persiapan data yang matang sebelum melakukan audiensi. Pemetaan jumlah dan kondisi guru honorer di Bontang akan menjadi dasar аргumen agar usulan yang dibawa lebih kuat dan berbasis fakta.
“Identifikasi data internal harus kita rampungkan. Jadi saat kita ke pusat, kita membawa data yang akurat sebagai dasar perjuangan,” tegasnya.
PENULIS : LA