Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto (FOTO : AD/narasipedia.net)
BONTANG DPRD Bontang memastikan berbagai langkah konkret telah disiapkan untuk menjaga pemerataan akses pendidikan, termasuk memperkuat kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta.
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, menyebut sekolah swasta kini didorong untuk lebih aktif memperbaiki kelengkapan administrasi agar komunikasi dengan pemerintah pusat berjalan lancar.
Ia menegaskan, kekhawatiran sekolah swasta terkait minimnya jumlah siswa tidak lagi menjadi persoalan utama. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema kerja sama yang memungkinkan distribusi siswa dari sekolah negeri ke swasta.
“Sekarang sudah ada pola kerja sama. Siswa bisa disalurkan ke sekolah swasta, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran kekurangan murid,” ujarnya, Sabtu (24/5/2026)
Tak hanya itu, kolaborasi juga mencakup pemanfaatan fasilitas dan tenaga pengajar. Sekolah swasta diperbolehkan memanfaatkan sarana di sekolah negeri apabila belum memiliki fasilitas memadai.
“Kalau ada keterbatasan fasilitas, siswa dari swasta bisa memanfaatkan fasilitas di sekolah negeri. Ini bentuk sinergi yang sudah berjalan,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai solusi tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang diarahkan langsung oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, sehingga pelaksanaannya terus dipantau di lapangan.
Ia juga menilai sistem pendataan pendidikan, termasuk melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), menjadi kunci dalam memastikan kebijakan berjalan efektif, khususnya bagi sekolah swasta.
Dengan berbagai langkah tersebut, DPRD optimistis kualitas pendidikan di Bontang tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan.
“Selama semua pihak menjalankan perannya dengan baik dan terbuka, sektor pendidikan di Bontang tetap aman dan terus berkembang,” pungkasnya.
PENULIS : AD