BONTANG. Calon Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bontang, Ahmad Nugraha, menekankan pentingnya sinergi multi-pihak demi mendongkrak kelas para pelaku usaha lokal. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Sambung Rasa & Forum Bisnis bertajuk “Leadership & Networking: Kolaborasi Antar Pelaku Usaha dan Peluang Bisnis Daerah” yang digelar di Kafe Keluar Main, Minggu (5/7/2026).
Di hadapan para pelaku usaha muda Bontang, Nugrah secara terbuka mengajak jajaran pemerintah kota dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Bontang untuk memperkuat kolaborasi strategis. Menurutnya, keberpihakan terhadap pengusaha lokal dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat krusial untuk menggerakkan roda ekonomi hilir.
“HIPMI Bontang harus mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu caranya adalah dengan mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha baru, khususnya di sektor UMKM,” ujarnya.
Menariknya, dalam pemaparan visi kepemimpinannya, Nugrah membagikan sebuah analogi sederhana namun mendalam yang ia adopsi dari sebuah warung makan di kawasan Loktuan. Ia menceritakan bagaimana warung sederhana tersebut selalu dipadati pengunjung karena memegang teguh satu prinsip kuat.
“Menurut pemilik warung itu, kunci keberhasilan usahanya bukanlah semata-mata mengejar keuntungan besar dalam sekali waktu, melainkan bagaimana membuat pelanggan merasa puas dan terus kembali,” tuturnya.
Filosofi inilah yang ingin dibawa Ahmad ke dalam tubuh organisasi. Ia menilai, sebuah organisasi seperti HIPMI akan tumbuh menjadi besar dan solid jika mampu menghadirkan manfaat nyata, memicu semangat, serta membangun ruang kolaborasi yang sehat bagi seluruh anggotanya.
Nugrah meyakini bahwa pertumbuhan pelaku usaha di Bontang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi yang kokoh antara HIPMI, pemerintah, dan sektor industri/perusahaan dipandang sebagai langkah konkret agar dampak ekonomi yang dihasilkan bisa jauh lebih luas, utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bontang.