Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (FOTO: Re/narasipedia.net)
BONTANG. Transformasi pembelajaran di sekolah mulai terlihat dengan hadirnya perangkat digital seperti tablet dan layar interaktif di Bontang.
Disdikbud menyalurkan 1.651 tablet untuk mendukung proses belajar berbasis teknologi di tingkat SMP.
Penggunaan perangkat ini menjadi bagian dari upaya meninggalkan metode konvensional seperti papan tulis.
Namun demikian, teknologi hanya menjadi alat bantu, bukan pengganti peran guru di kelas.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa pembelajaran tetap berpusat pada pengawasan guru.
“Tablet ini cukup membantu. Jadi banyak materi disiapkan untuk menguasai teknologi terkini,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Selain itu, penggunaan tablet juga dibatasi hanya di lingkungan sekolah agar tetap terkontrol.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menghindari dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan.
Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengabaikan aspek perlindungan anak.
“Teknologi penting, tapi tetap harus terkontrol dan sesuai kebutuhan pembelajaran,” tutupnya.
PENULIS: Re