Annggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf (FOTO : AD/narasipedia.net)
BONTANG. Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf, menilai pengawasan orang tua menjadi faktor paling penting dalam mencegah berbagai persoalan yang melibatkan pelajar, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga pergaulan bebas.
Pernyataan itu disampaikan menyusul terungkapnya kasus pelajar yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di Kota Bontang.
Menurut Yusuf, meskipun sekolah memiliki peran penting dalam pembinaan siswa, waktu anak lebih banyak dihabiskan bersama keluarga sehingga pengawasan orang tua tidak boleh diabaikan.
“Intinya pengawasan mulai dari orang tua. Karena meskipun anak bersekolah, waktunya lebih banyak bersama keluarga. Sekolah paling sekitar tujuh jam sehari,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Selain keluarga, ia juga menilai lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama antara orang tua, sekolah dan masyarakat.
Politisi PKB ini juga menyoroti berbagai persoalan yang kerap muncul di lingkungan pendidikan, seperti pergaulan bebas dan isu seksual di kalangan remaja. Untuk mengatasinya, ia mendorong adanya keterlibatan tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam memberikan edukasi kepada pelajar.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara keluarga, sekolah, lingkungan dan tokoh agama dapat menjadi benteng utama dalam melindungi pelajar dari berbagai pengaruh negatif yang mengancam masa depan mereka.
“Harus ada kerja sama dengan bidang keagamaan, termasuk melibatkan Majelis Ulama Indonesia untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda,” katanya.
Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Bontang berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Bontang Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua remaja yang masih berstatus pelajar dengan total barang bukti sabu mencapai 854,67 gram.
PENULIS : AD