SMPN 1 Bontang. (FOTO: Re/narasipedeia.net)
BONTANG. Pemerataan pendidikan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan SPMB 2026 di Kota Bontang. Disdikbud memastikan distribusi siswa tidak hanya terkonsentrasi di sekolah tertentu. Semua SMP negeri mendapatkan porsi yang seimbang.
Kepala Bidang Dikdas, Nuryadi Bachtiar, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menghilangkan kesenjangan antar sekolah. Sekolah seperti SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 4 memang memiliki rombel lebih banyak. Namun sekolah lain tetap mendapatkan kuota sesuai kapasitasnya.
SMP Negeri 1 misalnya memiliki rombel cukup besar dengan kapasitas puluhan siswa per kelas. Begitu juga SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 4 yang menjadi favorit masyarakat. Namun Disdikbud mengatur agar tidak terjadi penumpukan.
Sementara itu, SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 7 memiliki rombel menengah sekitar 35 hingga 36 siswa per kelas.
“Kedua sekolah ini menjadi penyeimbang dalam distribusi siswa. Perannya cukup penting dalam pemerataan,” ucapnya, Rabu (8/4/2026).
Sekolah dengan rombel kecil seperti SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 9 juga tetap diakomodasi. Mereka menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat. Dengan demikian, semua sekolah tetap berjalan optimal.
Nuryadi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung kebijakan ini. Mereka diminta tidak hanya memilih sekolah berdasarkan popularitas. Semua sekolah memiliki kualitas yang baik.
Selain itu, sistem seleksi juga dirancang untuk mendukung pemerataan. Jalur domisili menjadi salah satu instrumen utama. Siswa diutamakan bersekolah dekat rumah.
Disdikbud berharap kebijakan ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Tidak ada lagi sekolah yang terlalu padat atau sepi peminat.
“Pemerataan ini penting agar semua sekolah berkembang bersama,” tutupnya.
PENULIS: Re