Home GAYA HIDUP Gaya Hidup Sehat Kini Tak Hanya Soal Fisik, tapi Juga Mental
GAYA HIDUP

Gaya Hidup Sehat Kini Tak Hanya Soal Fisik, tapi Juga Mental

208

Ilustrasi momen jeda dari gawai di tengah aktivitas harian untuk kesehatan mental yang lebih baik (FOTO: AI generated)

BONTANG. Kesadaran untuk menjaga kesehatan mental semakin menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat modern. Selain menjaga kesehatan fisik, keseimbangan emosi dan ketenangan pikiran kini makin banyak dibicarakan sebagai upaya hidup sehat dan seimbang.

Menurut laporan yang ada di salah satu artikel Antara, gelombang paparan informasi digital yang terus menerus dapat memengaruhi kesehatan psikologis individu. dr. Clarin Hayes, M.Biomed (AAM), dokter perawatan anti-penuaan yang sering berbicara di acara edukasi kesehatan, mengatakan bahwa paparan konten media sosial dan berita negatif dapat meningkatkan kecemasan dan stres jika tidak dikelola dengan bijak.

“Studi juga menunjukkan media sosial meningkatkan angka kecemasan, depresi dan rasa kesepian,” katanya dalam artikel tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggarisbawahi bahwa kesehatan mental adalah bagian integral dari kesehatan secara menyeluruh. Menurut definisi organisasi kesehatan dunia, kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi juga kondisi sejahtera secara fisik, mental, dan sosial.

Langkah-langkah sederhana yang kini banyak dibicarakan masyarakat untuk menjaga kesehatan mental meliputi membatasi konsumsi informasi negatif, menetapkan waktu istirahat, serta melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau olahraga harian. Pendekatan ini tidak hanya membantu menenangkan pikiran, tetapi juga mendukung suasana hati dan ketahanan emosional.

Peningkatan literasi kesehatan mental, yakni pemahaman tentang tanda-tanda stres, kecemasan, dan cara mengelolanya juga menjadi fokus utama berbagai sumber kesehatan. Pemahaman ini dinilai penting untuk mengurangi stigma, serta mendorong individu mencari bantuan profesional ketika diperlukan.

Selain itu, dukungan sosial seperti berbicara dengan keluarga, teman, atau komunitas dipercaya dapat memberikan dukungan emosional yang kuat bagi individu. Hubungan sosial yang positif dianggap dapat membantu mengurangi ketegangan psikologis dan meningkatkan kualitas hidup.

Di era digital, perhatian terhadap kesehatan mental kini tidak hanya menjadi topik kesehatan, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang terus berkembang. Masyarakat semakin menyadari bahwa kehidupan yang sehat tidak hanya soal kebugaran fisik, tetapi juga kemampuan menjaga keseimbangan batin.

narasipedia logo N jadi

NARASIPEDIA

Kabar Baik Untuk Semua

Trending Now

Hot Topics

Related Articles

ENTERTAINMENTGAYA HIDUPKALTIMSAMARINDA

Pecinta Ska dan Vespa Merapat! Mods Mayday 2026 Hadirkan Denny Frust di Samarinda

SAMARINDA. Musisi nasional bergenre ska dan reggae, Denny Frust, dijadwalkan tampil dan...

BONTANGGAYA HIDUP

Odah Etam: Dari Bontang Menembus Pasar Dunia, Jadi Koleksi Wajib Para Kolektor Anime Kelas Atas

Gading Marten, Ben Whittaker, dan Ari Lesmana (Kiri ke kanan), mengenakan produk...

GAYA HIDUP

Idulfitri atau Idul Fitri? Simak Penulisan yang Baku Menurut KBBI

BONTANG. Menjelang perayaan hari besar keagamaan, masyarakat sering kali masih keliru dalam...

BONTANGGAYA HIDUP

Ini 5 Manfaat Kurma, Bukan Sekadar Takjil Manis di Bulan Ramadan

Berbagai jenis kurma (FOTO: AI Generated) Bontang. Hari ini umat Muslim di...

Tentang Kami

Tentang | Kontak | Kru narasipedia | Pedoman Media Siber

Sosial Media

© Copyright 2025 - PT. Pedia Media Nusantara - narasipedia.net