Sejumlah ruang layanan di lantai 4B MPP Bontang kini kosong setelah ditinggalkan tenant. DPMPTSP menyiapkan evaluasi untuk pemanfaatan area tersebut. (Foto : DN / Narasipedia.net )
BONTANG. Sejumlah ruang layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Bontang yang kini tidak lagi ditempati tenant akan menjadi bahan evaluasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspiannur mengatakan, pihaknya tengah mencermati pemanfaatan sejumlah ruang yang sebelumnya digunakan untuk pelayanan maupun aktivitas perbankan.
Menurutnya, perubahan kebutuhan layanan membuat beberapa tenant tidak lagi beroperasi di lokasi tersebut. Kondisi itu menyebabkan terdapat area yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Memang ada beberapa ruang yang saat ini kosong. Nanti akan kami lihat kembali kebutuhan dan pemanfaatannya,” kata Aspiannur.
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap fasilitas yang tersedia di MPP tetap memberikan manfaat. Apalagi gedung tersebut dibangun untuk mendukung pelayanan publik yang terpusat dalam satu lokasi.
Meski terdapat sejumlah ruang yang belum terisi, aktivitas pelayanan kepada masyarakat disebut tidak mengalami gangguan. Beberapa instansi masih aktif membuka layanan setiap hari.
DPMPTSP juga membuka kemungkinan adanya penyesuaian tata ruang maupun pemanfaatan gerai sesuai kebutuhan pelayanan ke depan. Namun hingga saat ini belum ada keputusan final terkait penggunaan area yang kosong tersebut.
“Yang jelas akan kami evaluasi dulu. Nanti dilihat kebutuhan pelayanan yang paling sesuai,” ujarnya.
Menurut Aspiannur, pengembangan MPP tidak hanya berfokus pada jumlah tenant, tetapi juga efektivitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, setiap perubahan akan mempertimbangkan manfaat dan kemudahan akses bagi warga.
“Ke depan, hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penataan MPP agar fungsi gedung sebagai pusat pelayanan publik tetap berjalan optimal,” pungkasnya.
Penulis : DN