Gedung SDN 006 Bontang Selatan. (FOTO: Re/narasipedia.net)
BONTANG. Keikutsertaan SD Negeri 006 Bontang Selatan dalam lomba PMR PMI Bontang tahun ini menjadi ajang pembuktian hasil pembinaan ekstrakurikuler yang selama ini dijalankan di sekolah.
Sebanyak 15 siswa akan mewakili sekolah mengikuti kompetisi yang berlangsung selama dua hari, 2-3 Mei 2026.
Pembina PMR Riani menyebut lomba ini menjadi momentum melihat sejauh mana pembinaan yang dilakukan mampu menghasilkan kesiapan siswa, baik dari sisi kemampuan maupun karakter.
“Ini bukan hanya soal bertanding, tetapi mengukur hasil pembinaan yang selama ini kami jalankan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia mengatakan, seluruh cabang lomba diikuti agar siswa memperoleh pengalaman yang lebih luas.
Menurutnya, proses persiapan juga menjadi ruang evaluasi terhadap pola pembinaan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.
“Kami ingin anak-anak belajar dari proses ini. Menang tentu harapan, tetapi pembelajaran mereka jauh lebih utama,” katanya.
Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha menilai ekstrakurikuler seperti PMR menjadi salah satu indikator hidupnya pembinaan non-akademik di sekolah.
“Sekolah tidak cukup hanya unggul akademik.
Pembinaan karakter dan keterampilan sosial juga harus tumbuh,” ujarnya.
Ia menyebut kompetisi seperti ini memberi ruang bagi sekolah menunjukkan kualitas pembinaan yang dimiliki.
PENULIS: Re