Anggota Komisi C, Sem Nalpa Mario Guling (FOTO : LA/narasipedia.net)
BONTANG. Persoalan lambannya perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Bontang kembali menjadi sorotan DPRD Kota Bontang.
Anggota Komisi C, Sem Nalpa Mario Guling, menilai belum optimalnya penanganan PJU tidak lepas dari persoalan koordinasi lintas instansi.
Ia mengungkapkan, keluhan terkait lampu jalan yang tidak berfungsi sudah berulang kali disampaikan sejak 2024 dalam berbagai rapat bersama Dinas Perhubungan Kota Bontang. Namun hingga kini, perbaikan di lapangan dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.
“Sejak dua tahun terakhir ini kami terus mengingatkan soal PJU, tapi faktanya masih banyak yang belum tertangani,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Jalan Asmawarman, Bontang Barat. Di ruas tersebut, sekitar 14 lampu jalan dilaporkan tidak berfungsi dan belum diperbaiki meski sudah beberapa kali masuk dalam rencana penanganan.
Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, kondisi ini berdampak langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari. Ia menilai minimnya penerangan membuat sejumlah wilayah di Bontang terkesan kurang terlayani sebagai kawasan perkotaan.
“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, tentu membahayakan pengguna jalan. Harapannya tahun ini sudah ada langkah konkret, jangan lagi berlarut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bontang, M Taupan Kurnia, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki batasan kewenangan dalam penanganan PJU. Dishub, kata dia, hanya bertanggung jawab pada lampu penerangan di jalan protokol atau jalan umum.
Ia menambahkan, untuk penerangan di kawasan permukiman atau jalan lingkungan menjadi kewenangan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bontang.
“Pembagian kewenangan ini yang kadang membuat penanganan di lapangan terlihat tumpang tindih, karena ada irisan antara Dishub dan Perkim,” jelasnya.
PENULIS : LA