Home ADVETORIAL Finalisasi Raperda Insentif Investasi Tersendat, DPMPTSP Bontang Tunggu Pengesahan RUPM sebagai Landasan Utama
ADVETORIALBONTANG

Finalisasi Raperda Insentif Investasi Tersendat, DPMPTSP Bontang Tunggu Pengesahan RUPM sebagai Landasan Utama

435

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel. (FOTO: Wi/narasipedia.net)

BONTANG. Upaya Pemerintah Kota Bontang untuk mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal masih belum dapat dilanjutkan. Proses tersebut tersendat karena Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM), yang menjadi dasar utama penyusunan regulasi investasi, belum ditetapkan secara resmi.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menjelaskan bahwa regulasi terkait investasi tidak dapat diproses tanpa landasan perencanaan yang sah.

“Kita sudah punya draft RUPM, tetapi belum berlaku karena Peraturan Wali Kota yang mengesahkan dokumen tersebut belum terbit. Tanpa penetapan itu, dokumen belum memiliki kekuatan hukum,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski penyusunan RUPM telah rampung, statusnya masih menggantung karena menunggu nomor registrasi yang hanya dapat keluar setelah perwali ditandatangani. Kondisi ini membuat raperda tentang insentif investasi tidak dapat melangkah ke tahap pembahasan berikutnya. Situasi semakin kompleks karena RUPM Bontang juga berada dalam masa peralihan: dokumen periode sebelumnya akan berakhir pada 2025, sementara penyusunan RUPM baru harus menyesuaikan kebijakan nasional dan provinsi.

“RUPM itu harus mengikuti arah perencanaan dari pusat sampai daerah. Tidak bisa berdiri sendiri,” tegasnya.

Karel mengakui bahwa kendala tersebut berpengaruh langsung terhadap tertundanya regulasi yang diharapkan mampu memperbaiki iklim investasi di Bontang. Padahal, keberadaan perda insentif dinilai penting untuk menarik investor melalui pemberian kemudahan yang terukur dan berbasis aturan. Meski demikian, DPMPTSP Bontang memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat penerbitan perwali sekaligus memulai penyusunan RUPM baru sesuai jadwal nasional.

“Harapan kami, prosesnya bisa segera selesai sehingga raperda insentif dapat difinalkan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha serta perekonomian kota,” pungkasnya.

PENULIS: Wi

Related Articles

BONTANGRAGAM

Lima Tahun Tak Putus, Satimpo Berbagi Jadi Wujud Kepedulian Lurah dan Pegawai kepada Warga

BONTANG. Kepedulian terhadap warga kurang mampu terus ditunjukkan Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang...

BONTANG

Kabut Asap Selimuti Bontang, Dokter Paru Ingatkan Bahaya PM2.5 bagi Kesehatan

BONTANG. Kabut asap menyelimuti Kota Bontang, Kamis (17/9/2026) pagi. Sejumlah kawasan kota...

ADVETORIALBONTANG

Soal 25 Merek Beras Fortifikasi, DKP3 Bontang Tunggu Arahan Kementan

Ilustrasi beras fortifikasi yang diduga bermasalah dan beredar di pasaran. (FOTO: AI...

ADVETORIALBONTANG

Integrasikan Berbagai Layanan Publik, Diskominfo Bontang Siapkan Super App Limau

Kabid Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Bontang, Yudi Pancoro. (FOTO: Rdy/narasipedia.net) BONTANG. Guna memaksimalkan...