Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (FOTO: Re/narasipedia.net)
BONTANG. Evaluasi rutin dan kelengkapan administrasi menjadi faktor penting dalam meraih akreditasi perpustakaan sekolah. Hal ini ditegaskan Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, dalam kegiatan bimtek PGRI.
Ia menyebut bahwa banyak perpustakaan gagal memenuhi standar akreditasi karena lemahnya dokumentasi dan evaluasi.
Menurutnya, setiap kegiatan pengelolaan perpustakaan harus tercatat dengan baik sebagai bagian dari administrasi. Selain itu, evaluasi rutin juga diperlukan untuk mengetahui kekurangan dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Lebih jauh, diriinya menegaskan bahwa administrasi bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi indikator kualitas pengelolaan.
“Kemudian jangan lupa ada evaluasi secara rutin. Dari evaluasi itu tentu akan melahirkan administrasi yang lengkap,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa proses akreditasi akan menilai berbagai aspek, termasuk dokumentasi dan sistem pengelolaan.
Oleh karena itu, sekolah diminta untuk mulai membenahi administrasi sejak dini. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan perpustakaan.
“Kalau administrasi kita kuat, maka akreditasi bukan hal yang sulit untuk dicapai,” tutupnya.
PENULIS: Re