Kepala Bapperida Bontang Syahruddin memimpin rapat saat pertemuan dengan Tanoto Foundation terkait usulan perpanjangan kerja sama. (FOTO: SP/narasipedia.net)
BONTANG. Kemitraan Pemkot Bontang dengan Tanoto Foundation yang telah berjalan sekitar delapan tahun berpeluang berlanjut. Kedua pihak mulai menjajaki perpanjangan kerja sama untuk periode 2027 hingga 2029, sebelum masa kerja sama saat ini berakhir pada 31 Desember 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang, Syahruddin mengatakan, perwakilan Tanoto Foundation baru-baru ini datang ke Bontang untuk mengevaluasi perkembangan program yang telah dijalankan bersama.
“Tanoto itu sebetulnya kami sudah bekerja sama cukup panjang. Sudah delapan tahun,” kata Syahruddin.
Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah perkembangan kerja sama sepanjang 2026. Tanoto Foundation juga ingin mengetahui progres kebijakan yang selama ini turut didorong melalui kemitraan dengan Pemkot Bontang.
Salah satunya penyusunan Rancangan Peraturan Wali Kota (Raperwali) tentang Literasi dan Numerasi.
Menurut Syahruddin, Tanoto Foundation ingin memastikan sejauh mana proses penyusunan regulasi tersebut berjalan dan kapan ditargetkan rampung. Mereka juga berharap dapat terlibat dalam pembahasan karena turut mendorong lahirnya kebijakan penguatan literasi dan numerasi tersebut.
“Mereka ingin melihat progresnya seperti apa, kapan target selesainya. Ketika ada pembahasan terkait Raperwali tersebut, mereka ingin terlibat karena mereka yang mendorong kami untuk menyusun Perwali tersebut,” ujarnya.
Raperwali Literasi dan Numerasi saat ini telah berada di Bagian Hukum dan menunggu proses harmonisasi bersama perangkat daerah. Pemkot Bontang menargetkan regulasi itu dapat ditetapkan paling lambat Oktober 2026.
Namun, pertemuan tersebut tidak hanya membahas program yang sedang berjalan. Keberlanjutan kemitraan setelah 2026 turut menjadi pembicaraan.
Pasalnya, masa kerja sama Pemkot Bontang dengan Tanoto Foundation akan berakhir pada 31 Desember mendatang. Karena itu, komunikasi mulai dilakukan untuk melihat peluang memperpanjang kolaborasi selama tiga tahun berikutnya.
“Rencananya untuk perpanjangan kerja sama dengan Tanoto untuk tahun 2027, 2028, dan 2029. Mereka datang ke sini ingin mengonfirmasi lebih lanjut kemungkinan untuk melanjutkan kerja sama di tahun-tahun yang akan datang,” terangnya.
Kerja sama tersebut selama ini salah satunya diarahkan pada penguatan kualitas pendidikan, khususnya literasi dan numerasi. Pemkot menilai aspek tersebut penting karena berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Jika kerja sama berlanjut, kolaborasi pada periode berikutnya diharapkan dapat mendukung implementasi kebijakan yang telah disusun. Terlebih setelah Perwali Literasi dan Numerasi ditetapkan, Pemkot Bontang masih harus menyiapkan rencana aksi lintas perangkat daerah sebagai panduan pelaksanaannya.
Dengan begitu, penguatan literasi dan numerasi tidak berhenti pada penyusunan regulasi, melainkan diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.
PENULIS: SP