Sumarmi, Pengawas Sekolah Ahli Muda Disdikbud Kota Bontang. (FOTO: Re/narasipedia.net)
BONTANG. Program beasiswa yang tersedia saat ini dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan guru PAUD di Kota Bontang. Hal ini karena cakupan penerima masih terbatas dan belum merata.
Sumarmi, Pengawas Sekolah Ahli Muda Disdikbud Kota Bontang, mengungkapkan bahwa sebagian besar program beasiswa masih difokuskan pada mahasiswa baru. Sementara itu, guru yang sudah lama mengabdi justru belum banyak tersentuh.
Kondisi ini menimbulkan ketimpangan dalam akses pendidikan bagi tenaga pendidik. Banyak guru yang ingin melanjutkan pendidikan, namun terkendala oleh keterbatasan program yang ada.
Selain itu, kuota beasiswa yang terbatas juga menjadi faktor penghambat. Tidak semua guru yang memenuhi syarat dapat memperoleh kesempatan tersebut.
“Beasiswa yang ada sekarang masih terbatas, dan kebanyakan untuk mahasiswa baru,” jelasnya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menilai bahwa perlu adanya perluasan cakupan program agar lebih inklusif. Guru yang sudah mengabdi lama juga perlu mendapatkan perhatian yang sama.
Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap skema beasiswa yang ada. Hal ini penting agar program tersebut benar-benar tepat sasaran.
Dengan evaluasi yang tepat, diharapkan program beasiswa dapat menjadi solusi nyata bagi peningkatan kualitas guru PAUD.
“Harapannya ke depan program ini bisa menjangkau lebih banyak guru, tidak hanya yang baru,” pungkasnya.
PENULIS: Re