Home ADVETORIAL Bapperida Bontang Perkuat Edukasi Antikorupsi, Syahruddin: Integritas Dimulai dari Diri Sendiri
ADVETORIALBONTANG

Bapperida Bontang Perkuat Edukasi Antikorupsi, Syahruddin: Integritas Dimulai dari Diri Sendiri

21

Kepala Bapperida Bontang Syahruddin memberikan arahan kepada pegawainya terkait dengan antikorupsi. (Foto: SP/narasipedia.net)

BONTANG. Upaya mencegah korupsi tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan dan penindakan. Budaya jujur harus dibangun sejak dari diri sendiri dan diterapkan dalam setiap proses pelayanan pemerintahan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang, Syahruddin, menegaskan pentingnya menjaga integritas sebagai fondasi dalam menjalankan tugas. Terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, praktik korupsi dapat menghambat pembangunan sekaligus menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan dengan membangun budaya kerja yang jujur, amanah, transparan, akuntabel, dan peduli.

“Integritas dimulai dari diri sendiri. Setiap langkah pelayanan harus dilaksanakan secara jujur, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab,” ujar Syahruddin.

Bapperida Bontang juga terus mendorong ASN untuk menolak segala bentuk suap maupun gratifikasi. Kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Selain itu, profesionalitas dalam bekerja menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan bersih. Setiap pekerjaan dan pengambilan keputusan harus dilakukan secara terbuka, sesuai aturan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Syahruddin mengatakan, keberanian melaporkan dugaan tindak pidana korupsi juga diperlukan. Masyarakat maupun aparatur yang mengetahui adanya indikasi penyimpangan diharapkan menggunakan mekanisme pelaporan yang tersedia.

“Jangan takut melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan tindak korupsi. Tentunya laporan disampaikan melalui mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Bapperida Bontang turut mengenalkan lima nilai integritas, yakni jujur, amanah, transparan, akuntabel, dan peduli. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi kebiasaan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Komitmen itu juga diwujudkan dengan bekerja sesuai aturan, mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat, menolak segala bentuk gratifikasi dan suap, serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan berintegritas.

Syahruddin berharap penguatan edukasi antikorupsi mampu meningkatkan kesadaran bersama bahwa pencegahan korupsi merupakan tanggung jawab semua pihak. “Pemerintahan yang bersih harus dibangun bersama. Dengan integritas, pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik dan kepercayaan publik dapat terus dijaga,” pungkasnya.

PENULIS: SP

Related Articles

BONTANGRAGAM

Lima Tahun Tak Putus, Satimpo Berbagi Jadi Wujud Kepedulian Lurah dan Pegawai kepada Warga

BONTANG. Kepedulian terhadap warga kurang mampu terus ditunjukkan Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang...

BONTANG

Kabut Asap Selimuti Bontang, Dokter Paru Ingatkan Bahaya PM2.5 bagi Kesehatan

BONTANG. Kabut asap menyelimuti Kota Bontang, Kamis (17/9/2026) pagi. Sejumlah kawasan kota...

ADVETORIALBONTANG

Soal 25 Merek Beras Fortifikasi, DKP3 Bontang Tunggu Arahan Kementan

Ilustrasi beras fortifikasi yang diduga bermasalah dan beredar di pasaran. (FOTO: AI...

ADVETORIALBONTANG

Integrasikan Berbagai Layanan Publik, Diskominfo Bontang Siapkan Super App Limau

Kabid Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Bontang, Yudi Pancoro. (FOTO: Rdy/narasipedia.net) BONTANG. Guna memaksimalkan...