Home ADVETORIAL Achmad Junaidi Ingatkan Bahaya HIV/AIDS Lebih Besar dari Stunting, Harus Jadi Prioritas Utama Kutai Timur
ADVETORIALKUTIM

Achmad Junaidi Ingatkan Bahaya HIV/AIDS Lebih Besar dari Stunting, Harus Jadi Prioritas Utama Kutai Timur

417

SANGATTA. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Dalam podcast spesial Hari HIV/AIDS Sedunia yang digelar PPKB Kutai Timur, Junaidi menyebut bahwa bahaya virus HIV secara signifikan lebih besar dibandingkan persoalan gizi buruk atau stunting yang saat ini menjadi fokus nasional.

Menurutnya, meskipun isu stunting banyak didorong melalui berbagai program percepatan, ancaman HIV/AIDS jauh lebih fatal dan berpotensi merenggut nyawa. Junaidi mengingatkan bahwa tren kasus HIV di Kutai Timur menunjukkan kecenderungan meningkat sehingga memerlukan penanganan yang lebih serius dan intensif.

“Karena bagaimanapun kalau kita bicara percepatan penurunan stunting, bahaya HIV itu lebih besar daripada orang dikatakan stunting atau gizi buruk,” tegas Achmad Junaidi, menyoroti urgensi perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap penanganan HIV/AIDS.

Selain menekankan bahaya HIV, Junaidi juga menyampaikan capaian PPKB Kutai Timur melalui program inovatif “Cap Jempol Stop Stunting”. Program tersebut baru saja meraih penghargaan Peringkat Dua Tingkat Nasional dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Ia menilai penghargaan itu menjadi bukti bahwa PPKB tidak hanya fokus pada percepatan penurunan stunting, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam isu kesehatan lain yang tak kalah penting, termasuk HIV/AIDS.

Melalui platform podcast yang mendapat perhatian luas dari masyarakat, Junaidi berharap sosialisasi mengenai HIV/AIDS dapat diterima secara lebih terbuka, terutama untuk mengurangi stigma serta rasa malu yang membuat masyarakat enggan melakukan pemeriksaan. Ia menekankan pentingnya edukasi publik agar lebih banyak masyarakat memahami risiko, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini HIV.

Achmad Junaidi mengajak seluruh pihak untuk terus berinovasi dan memastikan program-program kesehatan dijalankan secara berkelanjutan. Baginya, setiap upaya harus mengutamakan hak hidup, keselamatan, dan dukungan bagi setiap warga Kutai Timur.

Related Articles

ADVETORIALBONTANG

DKP3 Bontang Uji Sampel Pangan di Dapur MBG, Lima Jenis Sayuran dan Buah Negatif Pestisida

DKP3 Bontang melakukan peengecekan sampel pangan yang digunakan SPPG di Bontang Selatan....

ADVETORIALBONTANG

DKP3 Bontang Petakan Kelurahan Rawan Pangan, FSVA 2026 Mulai Disusun

DKP3 Bontang memetakan kelurahan rawan pangan saat menyusun Food Security and Vulnerability...

ADVETORIALBONTANG

DKP3 Bontang Salurkan Pakan Ayam ke 22 Kelompok dan 25 Peternak, 13 Ekor Kambing Turut Dibagikan

DKP3 Bontang memberikan bantuan kepada 22 kelompok dan 25 peternak terkait pakan...

ADVETORIALBONTANG

BONTAMI, Mi Rumput Laut Bontang Didorong Jadi Produk Unggulan Pangan Lokal

DKP3 Bontang melakukan kunjungan ke produk unggulan Bontang yakni BONTAMI. (FOTO: SP/narasipedia.net)...