Home ADVETORIAL Achmad Junaidi Ingatkan Bahaya HIV/AIDS Lebih Besar dari Stunting, Harus Jadi Prioritas Utama Kutai Timur
ADVETORIALKUTIM

Achmad Junaidi Ingatkan Bahaya HIV/AIDS Lebih Besar dari Stunting, Harus Jadi Prioritas Utama Kutai Timur

428

SANGATTA. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Dalam podcast spesial Hari HIV/AIDS Sedunia yang digelar PPKB Kutai Timur, Junaidi menyebut bahwa bahaya virus HIV secara signifikan lebih besar dibandingkan persoalan gizi buruk atau stunting yang saat ini menjadi fokus nasional.

Menurutnya, meskipun isu stunting banyak didorong melalui berbagai program percepatan, ancaman HIV/AIDS jauh lebih fatal dan berpotensi merenggut nyawa. Junaidi mengingatkan bahwa tren kasus HIV di Kutai Timur menunjukkan kecenderungan meningkat sehingga memerlukan penanganan yang lebih serius dan intensif.

“Karena bagaimanapun kalau kita bicara percepatan penurunan stunting, bahaya HIV itu lebih besar daripada orang dikatakan stunting atau gizi buruk,” tegas Achmad Junaidi, menyoroti urgensi perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap penanganan HIV/AIDS.

Selain menekankan bahaya HIV, Junaidi juga menyampaikan capaian PPKB Kutai Timur melalui program inovatif “Cap Jempol Stop Stunting”. Program tersebut baru saja meraih penghargaan Peringkat Dua Tingkat Nasional dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Ia menilai penghargaan itu menjadi bukti bahwa PPKB tidak hanya fokus pada percepatan penurunan stunting, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam isu kesehatan lain yang tak kalah penting, termasuk HIV/AIDS.

Melalui platform podcast yang mendapat perhatian luas dari masyarakat, Junaidi berharap sosialisasi mengenai HIV/AIDS dapat diterima secara lebih terbuka, terutama untuk mengurangi stigma serta rasa malu yang membuat masyarakat enggan melakukan pemeriksaan. Ia menekankan pentingnya edukasi publik agar lebih banyak masyarakat memahami risiko, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini HIV.

Achmad Junaidi mengajak seluruh pihak untuk terus berinovasi dan memastikan program-program kesehatan dijalankan secara berkelanjutan. Baginya, setiap upaya harus mengutamakan hak hidup, keselamatan, dan dukungan bagi setiap warga Kutai Timur.

Related Articles

ADVETORIALBONTANG

Soal 25 Merek Beras Fortifikasi, DKP3 Bontang Tunggu Arahan Kementan

Ilustrasi beras fortifikasi yang diduga bermasalah dan beredar di pasaran. (FOTO: AI...

ADVETORIALBONTANG

Integrasikan Berbagai Layanan Publik, Diskominfo Bontang Siapkan Super App Limau

Kabid Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Bontang, Yudi Pancoro. (FOTO: Rdy/narasipedia.net) BONTANG. Guna memaksimalkan...

ADVETORIAL

Dorong Budaya Inovasi, Bapperida Bontang Buka Ruang Kreativitas Bagi Warga Kota Taman

Sekretaris Bapperida Kota Bontang, Ilham Wahyudi. (FOTO: RDY/narasipedia.net)  ​BONTANG. Badan Perencanaan Pembangunan,...

ADVETORIALBONTANG

Butuh Rekaman CCTV Kota untuk Bukti Kejadian? Ini Prosedur Resmi ke Diskominfo Bontang

BONTANG. Adanya tindak kejahatan di pemukiman warga hingga musibah kecelakaan kerap membutuhkan...