Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin (tengah). (FOTO: AD / narasipedia.net)
BONTANG. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang menegaskan bahwa daerah ini memiliki berbagai potensi strategis yang mampu menarik minat investor. Namun, informasi terkait peluang investasi tersebut dinilai masih perlu dipublikasikan secara lebih luas agar dapat diketahui secara komprehensif oleh calon investor.
Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, mengatakan pemerintah daerah sejatinya telah memiliki peta potensi investasi yang memuat berbagai sektor unggulan dan peluang pengembangan ekonomi di Kota Taman.
“Peta potensi investasi sebenarnya sudah ada. Mungkin yang menjadi persoalan adalah informasi tersebut belum terpublikasi secara optimal sehingga investor belum mendapatkan gambaran yang jelas mengenai peluang investasi di Bontang,” ujarnya saat rapat bersama DPRD Bontang, Rabu (10/6/2026).
Menurut Syahruddin, Bontang memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Selain berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), kota ini juga didukung fasilitas pelabuhan industri yang telah beroperasi dan menopang aktivitas ekonomi berskala nasional.
Keberadaan pelabuhan milik perusahaan besar seperti PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Badak LNG, serta sejumlah fasilitas logistik lainnya menjadi modal penting dalam mendukung iklim investasi.
Tak hanya itu, Bontang juga memiliki kawasan hinterland yang terhubung dengan wilayah Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Kondisi tersebut memberikan akses terhadap sumber bahan baku yang dibutuhkan berbagai sektor industri.
“Investor biasanya melakukan kajian yang sangat detail sebelum menentukan lokasi investasi. Mereka melihat ketersediaan bahan baku, aksesibilitas, efisiensi logistik, hingga prospek pengembangan usaha di suatu daerah,” jelasnya.
Untuk memperkuat daya saing daerah, pemerintah juga terus mendorong pengembangan infrastruktur pendukung, khususnya sektor kepelabuhanan. Syahruddin mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan nasional telah menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan fasilitas pelabuhan di Bontang.
“Beberapa perusahaan seperti Pelindo dan Samudera Indonesia sudah menunjukkan minat. Kehadiran pelabuhan yang memadai akan meningkatkan efisiensi distribusi barang dan bahan baku sehingga menjadi nilai tambah bagi investor,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bontang, Suharno, mendorong agar potensi investasi yang dimiliki daerah dapat dipromosikan secara lebih agresif kepada calon investor. Menurutnya, berbagai aset strategis, termasuk kawasan Bontang Lestari dan potensi wisata alam, dapat menjadi peluang investasi yang menjanjikan jika dikemas dengan baik.
“Yang penting bagaimana potensi yang dimiliki Bontang bisa ditawarkan secara jelas kepada investor sehingga mereka mengetahui keunggulan yang ada di daerah ini,” ucap Suharno.
PENULIS: AD