Home BONTANG PWI dan AJI Soroti AI sebagai Peluang untuk Memperkuat Jurnalisme Berkualitas di Kota Bontang
BONTANG

PWI dan AJI Soroti AI sebagai Peluang untuk Memperkuat Jurnalisme Berkualitas di Kota Bontang

627

Bontang. Dua organisasi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Samarinda, berkolaborasi memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia.

Mereka menggelar diskusi publik yang membahas sesuatu yang sedang hangat “AI dalam Dunia Jurnalistik, Ancaman atau Peluang?. Lokasinya di Kantor Akurasi, Bontang, Jumat (9/5/2025).

Kartika Anwar, dari AJI Samarinda, berbicara pertama. Suaranya tegas. Ia mengingatkan, sehebat apapun AI menulis cepat, ada satu hal yang tidak bisa tergantikan, verifikasi.

“Kecepatan AI itu mengagumkan. Tapi akurasi, verifikasi, memastikan bahwa tulisan mematuhi kode etik, itu tetap tugas jurnalis manusia,” katanya.

Kartika seperti ingin mengingatkan: jangan silau oleh kecanggihan. Di balik kecepatan itu, bisa saja ada lubang-lubang kesalahan yang membahayakan kredibilitas media.

Lalu, giliran Suriadi Said, Ketua PWI Bontang, bicara. Ia membawa pandangan dari sudut yang lain. Sedikit lebih filosofis.

“Dewan Pers sekarang juga sedang mengamati penggunaan AI. Kita harus tetap berpegang pada prinsip jurnalistik: verifikasi, akurasi, cover both sides,” ujarnya.

Suriadi menambahkan, AI memang bisa merangkum berita. Tapi sentuhan manusia tetap tak tergantikan.

“AI itu hasilnya seragam. Tidak ada jiwa, tidak ada identitas di dalam tulisannya,” tegasnya.

Kedua narasumber itu kompak, AI memang alat yang berguna. Tapi manusia tetap harus memegang kendali. Feature humanis, reportase lapangan yang penuh nuansa, dan investigasi mendalam itu semua tidak bisa dikerjakan mesin.

Satu hal yang mereka garisbawahi: transparansi. Penggunaan AI dalam produksi berita harus terbuka kepada publik, agar kepercayaan tidak luntur.

Diskusi ini memang tidak memberi jawaban final. Tapi satu hal menjadi jelas, masa depan jurnalistik adalah soal memilih. Bukan antara manusia atau mesin, melainkan bagaimana manusia bijak menggunakan mesin untuk memperkuat karyanya  tanpa meninggalkan ruh dan etika jurnalistik.

Hari itu, Bontang bukan hanya merayakan kebebasan pers. Tapi juga menyiapkan langkah kecil menuju masa depan berita yang lebih cerdas dan tetap manusiawi. (*)

Related Articles

BONTANG

Pertamina Patra Niaga Luruskan Isu Distribusi Pertalite di Bontang: Bukan Pemangkasan Pasokan, Melainkan Sanksi Pelanggaran dan Pengalihan Kuota

SBM Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus (mengenakan kacamata) pada saat menyampaikan...

ADVETORIALBONTANGEDUKASIKALTIM

Diskominfo Bontang Ajak Masyarakat Perangi Hoax dan Doxing, Ini Langkah Mudah Melaporkannya ke Komdigi

BONTANG. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang mengajak masyarakat untuk aktif...

BONTANG

Gelar Maulid dan HUT ke-4, Kerukunan Pemuda Banjar Bontang Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

BONTANG. Organisasi kemasyarakatan Kerukunan Pemuda Banjar (KPB) Kota Bontang menggelar rangkaian kegiatan...