Home BONTANG Maestro Seni Pahat Dunia I Nyoman Alim Mustapha, Hadir di Bontang untuk Proyek Vihara Ñanasamvara
BONTANGNASIONAL

Maestro Seni Pahat Dunia I Nyoman Alim Mustapha, Hadir di Bontang untuk Proyek Vihara Ñanasamvara

1.1k

I Nyoman Alim Mustapha didampingi Sonny Lesmana (memakai topi) pada saat mengunjungi Vihara Ñanasamvara (FOTO: Rdy)

BONTANG. Kota Bontang kedatangan tamu istimewa, I Nyoman Alim Mustapha, maestro seni pahat bertaraf internasional yang dikenal dengan julukan “Sang Maestro Kepala Batu”. Kedatangan Nyoman ke Bontang atas undangan tokoh agama Buddha setempat, Sonny Lesmana, dalam rangka mengerjakan proyek monumental di Vihara Ñanasamvara.

Sonny Lesmana, pendiri Vihara Ñanasamvara, mengungkapkan bahwa ajakan kepada Nyoman pertama kali disampaikan ketika Nyoman sedang mengerjakan proyek di Vietnam.

“Saya mengajak beliau pulang ke Indonesia untuk menciptakan karya besar di Bontang. Ternyata, kami punya visi yang sama: membangun sesuatu yang menjadi warisan bersejarah dan bermanfaat bagi umat manusia,” ujar Sonny.

Nyoman, yang telah mengukir prestasi di berbagai negara dari Eropa hingga Amerika, menyambut baik ajakan tersebut. Dalam kunjungannya ke Vihara Ñanasamvara, ia menyampaikan filosofi hidupnya yang berlandaskan keikhlasan dan semangat untuk berbagi ilmu.

“Kalau kita hidup hanya untuk diri sendiri, kita tidak akan meninggalkan jejak. Tapi jika kita hidup dengan memberi, karya kita akan abadi,” tuturnya.

Proyek di Vihara Ñanasamvara ini mencakup pembangunan berbagai patung dan relief, termasuk rencana besar pembangunan Pilar Ashoka tertinggi di dunia, dengan tinggi 25 meter dimana akan dihias patung berbentuk singa dan roda darhma pada puncaknya, patung Budha tidur berbahan aluminum cor, serta Pagoda 8 lantai yang dirancang sedemian rupa dengan memasukan budaya lokal.

Semua proyek tersebut akan didesain langsung oleh Nyoman. Ia menegaskan bahwa semua material dan desain dirancang untuk bertahan lama dan memiliki nilai estetika tinggi

“Kami tidak hanya menciptakan karya seni, tapi juga ikon wisata religi yang bisa mengangkat nama Bontang ke panggung dunia,” jelasnya.

Menurut Nyoman, pengerjaan proyek diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan, tergantung pada ketersediaan tenaga pemahat. Meski usianya telah mencapai 73 tahun, semangatnya tetap muda dan penuh dedikasi.

“Selama saya masih hidup dan bisa bekerja sama dengan Pak Sonny, saya ingin meninggalkan sesuatu yang monumental, sebagaimana nenek moyang kita membangun Candi Borobudur,” tambahnya.

Dengan kolaborasi dua tokoh inspiratif ini, Bontang bersiap memiliki pusat budaya dan spiritual yang bukan hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata religi berskala internasional.

Related Articles

KALTIMNASIONALNUSANTARA

Gubernur Ahmad Luthfi Bawa Rombongan Bupati/Wali Kota se-Jateng Sambangi IKN untuk Jajaki Kerjasama

NUSANTARA. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad...

BONTANGEDUKASIKALTIMNASIONAL

Kakorlantas Polri Tegaskan Isu Kenaikan Denda Tilang 150% dan Tilang Manual Menyeluruh Adalah Hoaks

BONTANG. Kepolisian Republik Indonesia menghimbau masyarakat untuk tidak memercayai desas-desus mengenai lonjakan...

ADVETORIALBONTANG

DKP3 Bontang Uji Sampel Pangan di Dapur MBG, Lima Jenis Sayuran dan Buah Negatif Pestisida

DKP3 Bontang melakukan peengecekan sampel pangan yang digunakan SPPG di Bontang Selatan....

ADVETORIALBONTANG

DKP3 Bontang Petakan Kelurahan Rawan Pangan, FSVA 2026 Mulai Disusun

DKP3 Bontang memetakan kelurahan rawan pangan saat menyusun Food Security and Vulnerability...