DKP3 Bontang menyerahkan bantuan 100 ekor ayam broiler kepada Satgas TNI. (FOTO : SP/narasipedia.net)
BONTANG. Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan yang dijalankan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Melalui pendampingan langsung di lapangan, DKP3 membekali personel satuan tugas (Satgas) dengan keterampilan dasar budidaya pertanian, perikanan, hingga peternakan sebagai bekal sebelum bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bontang Lestari, Selasa (21/7/2026). Lokasi itu menjadi pusat pelatihan bagi personel TNI yang tengah menjalani latihan selama sekitar satu setengah bulan sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang Debora Kristiani mengatakan, keterlibatan DKP3 bukan sekadar memberikan bantuan sarana produksi, melainkan mendampingi peserta latihan secara langsung melalui praktik di lapangan.
“Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi para prajurit ketika bertugas di wilayah perbatasan. Mereka belajar bagaimana membudidayakan tanaman, beternak, hingga mengelola perikanan sederhana sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan selama menjalankan tugas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari dukungan tersebut, DKP3 menyerahkan 100 ekor ayam broiler atau DOC (Day Old Chick) kepada Satgas TNI. Bantuan itu dimanfaatkan sebagai media praktik beternak, bukan untuk kebutuhan konsumsi selama masa latihan.
Selain ayam broiler, DKP3 juga mendampingi budidaya ikan lele dan penanaman berbagai komoditas hortikultura, seperti cabai dan sayuran. Seluruh kegiatan dilakukan dengan pendekatan praktik langsung agar peserta memperoleh pengalaman nyata di lapangan.
Petugas penyuluh dari DKP3 mendampingi setiap tahapan budidaya, mulai dari pembuatan bedengan, teknik penanaman, hingga pemeliharaan tanaman dan ternak. “Konsepnya bukan pelatihan di dalam ruangan. Kami langsung mendampingi mereka saat praktik, mulai membuat bedengan, menanam, hingga cara pemeliharaan. Jadi benar-benar belajar sambil bekerja,” jelas Debora.
Menurutnya, kemampuan tersebut penting dimiliki prajurit yang akan bertugas di wilayah perbatasan. Sebab, kondisi geografis maupun keterbatasan akses pangan di beberapa daerah penugasan membuat kemampuan menghasilkan bahan pangan secara mandiri menjadi nilai tambah.
Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. DKP3 berharap ilmu yang diperoleh selama latihan dapat diterapkan ketika para personel menjalankan penugasan selama sekitar satu tahun di kawasan perbatasan.
Selama pelaksanaan latihan, sekitar 350 personel TNI menempati sejumlah pos yang tersebar di kawasan Bontang Lestari. Sementara pusat komando latihan berada di area BPP Bontang Lestari, tempat seluruh kegiatan praktik pertanian, perikanan, dan peternakan dilaksanakan.
Dengan kolaborasi tersebut, DKP3 berharap semangat kemandirian pangan dapat terus ditanamkan kepada para prajurit sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
PENULIS: SP