Home ADVETORIAL Lahan Tidur Belum Produktif, Kamaruddin Soroti Minimnya Irigasi di Samarinda
ADVETORIALKALTIMSAMARINDA

Lahan Tidur Belum Produktif, Kamaruddin Soroti Minimnya Irigasi di Samarinda

14

Kamaruddin Anggota Komisi II DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net)

SAMARINDA. Lahan yang belum produktif masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengembangan pertanian di Samarinda. Di tengah kebutuhan pangan yang belum seluruhnya dapat dipenuhi dari produksi lokal, potensi lahan tersebut dinilai belum diikuti dukungan irigasi dan pengairan yang memadai.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin, meminta Pemerintah Kota mengarahkan pemanfaatan lahan tidur untuk kegiatan pertanian yang dapat dikelola masyarakat. Menurutnya, langkah itu berpeluang membuka sumber penghasilan sekaligus memperkuat pasokan pangan daerah.

Ia juga menyoroti keberadaan aktivitas pertambangan ilegal di sejumlah kawasan yang dinilainya berpotensi dikembangkan untuk pertanian.

“Sebagian besar malah banyak tambang-tambang ilegal di situ. Seharusnya dibuat percetakan sawah dan dikelola masyarakat. Banyak lahan tidur tapi tidak diproduktifkan,” kata Kamaruddin, Jumat (2/10/2026).

Menurut dia, pemanfaatan lahan semestinya diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang. Namun, menyediakan lahan saja belum cukup untuk membuat pertanian berkembang. Masyarakat membutuhkan sarana pendukung agar lahan dapat diolah secara maksimal.

Kamaruddin menyoroti terbatasnya saluran irigasi dan sistem pengairan. Ia menilai sejumlah rencana pembangunan infrastruktur pertanian belum sepenuhnya terlihat realisasinya di lapangan, sementara fasilitas yang tersedia masih minim.

“Sampai sekarang belum muncul, baru wacana dan perencanaan belum berjalan. Harusnya ada saluran irigasi dan pengairan. Ada sih, ada, hanya sangat minim sekali dan tidak maksimal,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta Pemkot Samarinda menindaklanjuti perencanaan dengan langkah nyata. Pengembangan pertanian perlu mencakup penyiapan lahan produktif, pendampingan masyarakat, serta pembangunan sistem pengairan yang mendukung kegiatan usaha tani.

Dukungan tersebut, menurut Kamaruddin, penting agar peluang pertanian tidak berhenti pada ketersediaan lahan, tetapi benar-benar dapat menjadi kegiatan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengaitkan penguatan pertanian dengan upaya mengurangi ketergantungan Samarinda terhadap pasokan pangan dari daerah lain. Meski demikian, ia mengakui produksi lokal saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga, terutama untuk komoditas beras.

Peluang yang dinilainya masih terbuka adalah pengembangan hortikultura. Kamaruddin menyebut sayuran seperti kangkung dan sawi sebagai komoditas yang kebutuhan pasokannya berpotensi dipenuhi dari Samarinda sendiri.

“Jadi yang jelas Samarinda belum bisa dijadikan ketahanan pangan, seperti beras. Tetapi kalau untuk sayur-mayur seperti kangkung, sawi dan sebagainya masih bisa tercukupi di sini,” katanya.

Kamaruddin berharap pemanfaatan lahan dan pembangunan infrastruktur pertanian dapat berjalan beriringan. Dengan pengairan yang memadai serta pendampingan bagi masyarakat, lahan yang selama ini belum produktif diharapkan dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan di tengah perkembangan Kota Samarinda.

PENULIS: MJH

Related Articles

ADVETORIALBONTANGCORPORATEEDUKASI

PT Badak NGL Fasilitasi Penyaluran Bantuan Pendidikan OGFICE 2026 Senilai Rp316,5 Juta untuk Kota Bontang

BONTANG. Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan di...

BALIKPAPANBONTANGENTERTAINMENTKALTIMSPORT

Tampil Dominan Sejak Menit Awal, Generasi Loktuan FC Amankan Kemenangan Perdana 11-3

BONTANG. Debut manis diraih Generasi Loktuan FC usai menggilas Futsal Family Club...

BONTANGKALTIMRAGAMSPORT

Sukses Digelar! Fun Race Tamiya STB di Cakoy Arena Berlangsung Meriah

BONTANG. Ajang Fun Race Tamiya STB yang berlangsung di Cakoy Arena, Pasar...

KALTIMNUSANTARA

Otorita IKN dan Pemda Sepakati Langkah Terpadu Penertiban Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

Kepala Otorita IKN M. Basuki Hadimuljono, saat memimpin jalannya Rapat Koordinasi Tindak...