Rusdi Doviyanto Anggota Komisi II DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net)
SAMARINDA. Mendatangkan wisatawan menjadi satu pekerjaan, membuat mereka tinggal lebih lama menjadi pekerjaan berikutnya. Bagi pariwisata Samarinda, tambahan waktu yang dihabiskan pengunjung berpotensi menggerakkan lebih banyak usaha, dari penginapan dan warung makan hingga transportasi serta perdagangan.
Anggota DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto, menilai pengembangan pariwisata perlu diarahkan pada peningkatan lama tinggal wisatawan. Jumlah kunjungan tetap penting, tetapi manfaat ekonominya dapat diperluas apabila pengunjung memiliki lebih banyak alasan untuk menghabiskan waktu di Kota Tepian.
“Kita perlu membuat lebih banyak alternatif sehingga mereka bisa menghabiskan waktu lebih lama di Samarinda,” kata pria yang akrab disapa Dovi itu, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, alternatif tersebut dapat berupa destinasi, ruang publik, maupun kegiatan wisata yang beragam. Dengan pilihan yang lebih banyak, pengunjung dapat memperpanjang waktu kunjungannya dan memanfaatkan berbagai layanan usaha di Samarinda.
Lama tinggal itu, kata Dovi, berkaitan dengan potensi belanja wisatawan. Pengeluaran untuk hotel, makanan dan minuman, transportasi, serta kebutuhan wisata lainnya dapat ikut menghidupkan usaha lokal dan UMKM.
Namun, upaya menambah daya tarik wisata menghadapi keterbatasan anggaran. Dovi mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membangun destinasi baru.
“Pemerintah memang menghadapi tantangan untuk membangun destinasi wisata baru,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai keterbatasan fiskal tidak boleh membuat pengembangan pariwisata berhenti. Pemerintah perlu mencari strategi agar penambahan daya tarik tetap berjalan secara bertahap, sesuai kemampuan yang tersedia.
Dovi menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Pengembangan pariwisata, menurut dia, tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah.
“Diperlukan strategi dan dukungan dari berbagai pihak agar pengembangan wisata tetap berjalan,” katanya.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan pilihan destinasi dan aktivitas yang lebih beragam. Dengan begitu, upaya menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama dapat berjalan seiring dengan penguatan peran masyarakat dan dunia usaha.
Selain menambah pilihan wisata, Dovi menyoroti kebutuhan promosi yang konsisten. Potensi yang sudah dimiliki Samarinda perlu dikemas dan diperkenalkan agar semakin dikenal serta menarik minat pengunjung.
“Jika dikelola secara serius, pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Samarinda, sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Ia berharap pariwisata mendapat tempat penting dalam strategi pembangunan ekonomi daerah. Penambahan daya tarik, penguatan promosi, dan kolaborasi lintas pihak perlu berjalan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Bagi Dovi, arah pengembangannya adalah menjadikan Samarinda lebih dari sekadar kota persinggahan: tempat yang memberi wisatawan alasan untuk menetap lebih lama, menikmati lebih banyak kegiatan, dan membelanjakan uangnya pada usaha-usaha lokal.
PENULIS: MJH