Halaman kantor Perumda Tirta Taman Bontang (FOTO : LA/narasipedIa.net)
BONTANG. Keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif air bersih menjadi perhatian DPRD Bontang. Namun di balik itu, warga juga didorong untuk lebih bijak dalam penggunaan air agar tagihan tidak membengkak.
Sekretaris Komisi B DPRD Bontang, Ridwan, mengungkapkan bahwa aduan soal tarif air kerap muncul saat dirinya menggelar reses di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kenaikan tarif tersebut memiliki dasar kebijakan.
“Dalam reses memang banyak keluhan soal tarif air naik. Tapi kami jelaskan ke masyarakat bahwa kenaikan ini ada dasarnya dan merupakan penyesuaian dari instruksi Pemprov,” ujarnya.
Menurutnya, agar kebijakan tersebut tidak terus menuai kritik, Perumda Tirta Taman perlu lebih masif melakukan sosialisasi sehingga masyarakat memahami alasan kenaikan dan tidak merasa terkejut.
“Perlu sosialisasi yang lebih intens supaya warga paham dan tidak kaget dengan kenaikan tarif,” tambahnya.
Di sisi lain, Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin, menyebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada pelanggan, meskipun ia mengakui kritik dari masyarakat tetap muncul.
“Sosialisasi sebenarnya sudah kami lakukan, tapi tentu saja masih ada masyarakat yang menyampaikan kritik,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, sejumlah kasus tagihan tinggi dipicu oleh pola pemakaian air yang tidak wajar. Dari hasil inspeksi lapangan, ditemukan adanya satu sambungan meter air yang digunakan hingga sepuluh rumah.
“Dari sidak, kami temukan ada satu meter air dipakai sampai 10 rumah. Ini yang membuat pemakaian jadi tinggi,” jelasnya.
Kondisi tersebut menyebabkan lonjakan tarif karena pemakaian melampaui batas ideal. Dalam skema tarif yang berlaku, konsumsi di atas 30 meter kubik per bulan akan dikenakan biaya lebih tinggi.
Suramin menegaskan bahwa penggunaan air rumah tangga sebaiknya dijaga di bawah batas tersebut agar biaya tetap terkendali.
“Idealnya pemakaian rumah tangga di bawah 30 kubik per bulan. Kalau lebih, otomatis tarifnya akan naik,” pungkasnya.
PENULIS : LA