Olahan daur ular sampah plastik karya siswa-siswi SMPN 2 Bontang. (FOTO: Re/narsipedia.net)
BONTANG. Sampah plastik yang sering dianggap tidak bernilai, di tangan siswa SMPN 2 Bontang justru berubah menjadi produk yang memiliki potensi ekonomi. Kreativitas mereka membuka peluang baru dalam pemanfaatan limbah.
Berbagai kerajinan berhasil dibuat, mulai dari pot bunga hingga kursi sederhana. Produk-produk ini tidak hanya digunakan di lingkungan sekolah, tetapi juga berpotensi untuk dipasarkan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 5 Bontang, Jumadi mengatakan bahwa program ini juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan. Siswa diajarkan untuk melihat peluang dari sesuatu yang sering diabaikan.
Dengan sentuhan kreativitas, sampah plastik dapat diubah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Hal ini memberikan pemahaman baru bagi siswa tentang konsep ekonomi kreatif.
“Selain itu, siswa juga belajar mengenai proses produksi, mulai dari pengumpulan bahan hingga pembuatan produk akhir,”, ucapnga, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini. Siswa didorong untuk berani mencoba dan mengembangkan ide mereka.
Jika dikembangkan lebih lanjut, bukan tidak mungkin produk-produk ini dapat dipasarkan secara lebih luas.
Melalui program ini, SMPN 2 Bontang tidak hanya mengajarkan kepedulian lingkungan, tetapi juga membuka wawasan ekonomi bagi siswa.
PENULIS: Re