Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, saat memberikan sambutan pada sosialisasi Sentra KI. (FOTO: AD / narasipedia.net)
BONTANG. Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, menegaskan bahwa budaya inovasi harus terus diperkuat untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat, kemampuan berinovasi menjadi modal utama agar daerah tidak hanya menjadi pengguna hasil inovasi pihak lain.
“Kalau kemampuan inovasi kita tidak memadai, kita hanya akan menjadi masyarakat yang konsumtif terhadap inovasi yang diciptakan orang lain,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Syahruddin mengatakan pemerintah pusat maupun daerah ingin mendorong masyarakat agar mampu mengambil peran dalam menghasilkan penemuan, gagasan, dan kreasi baru yang memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi salah satu strategi penting yang dijalankan Pemerintah Kota Bontang. Selain memberikan kepastian hukum bagi pencipta, langkah tersebut juga menjadi motivasi agar masyarakat terus menghasilkan inovasi.
Ia menilai kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Menurut Syahruddin, keberadaan perusahaan besar seperti PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Badak LNG dapat menjadi penggerak utama tumbuhnya budaya inovasi di Bontang.
“Orang-orang yang bekerja di sektor industri adalah sumber daya yang berkualitas dan inovatif. Harapannya semangat itu menular ke sektor lain, termasuk perdagangan dan jasa,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Bontang diproyeksikan menjadi salah satu daerah pertama setelah tingkat provinsi yang akan menerapkan konsep Rumah Inovasi. Program tersebut telah mendapat perhatian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Rumah Inovasi nantinya diharapkan menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk mengembangkan ide, teknologi terapan, maupun metode baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapannya Bontang benar-benar menjadi kota yang inovatif, sehingga inovasi yang lahir dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
PENULIS: AD