Penghijauan menjadi salah satu upaya mempertahankan Adiwiyata Mandiri oleh SDN 008 Bontang Utara. (FOTO: Re/narasipedia.net)
BONTANG. Risiko kehilangan predikat Adiwiyata Mandiri menjadi perhatian serius SDN 008 Bontang Utara dalam memperkuat program lingkungan sekolah. Ancaman harus memulai dari awal apabila standar tak terjaga membuat sekolah terus melakukan penguatan di berbagai sektor.
Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, menyebut mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri justru lebih berat dibanding meraihnya. Sebab, sekolah dituntut terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kualitas pengelolaan lingkungan.
“Kalau tidak mampu mempertahankan, bisa kembali nol lagi. Jadi tidak boleh lengah atau santai. Karena itu kami terus memperkuat persiapan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Sebagai langkah antisipasi, sekolah menyiapkan sekitar 700 tanaman yang menjadi bagian penting dalam menopang keberlanjutan program Adiwiyata. Ratusan tanaman itu juga menjadi bentuk kesiapan menghadapi evaluasi berkala dari tim penilai.
Tanaman yang dikembangkan terdiri dari beragam jenis, mulai pohon pelindung, tanaman buah, hingga vegetasi bernilai konservasi seperti ulin. Selain itu terdapat pala, langsat, duku, rambutan, mangga, jeruk, kopi, kakao, dan sejumlah tanaman lainnya.
Masitah mengatakan koleksi tanaman tersebut tidak sekadar menjadi penghijauan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan lingkungan bagi siswa. Bahkan sebagian tanaman sudah pernah dipanen dan dimanfaatkan dalam aktivitas pembelajaran.
“Semua saya punya koleksi tanaman. Bahkan ulin juga ada, yang tidak semua sekolah punya. Itu juga menjadi perhatian saat penilaian,” katanya.
Koleksi vegetasi sekolah itu juga kerap menjadi salah satu aspek yang diperhatikan tim verifikasi dari Dinas Lingkungan Hidup tingkat provinsi dan nasional saat melakukan peninjauan.
Selain memperkuat koleksi tanaman, sekolah juga menanamkan tanggung jawab bersama melalui pelibatan guru, siswa, dan orang tua. Salah satu kebijakan yang diterapkan ialah kewajiban setiap guru menanam satu jenis tanaman berbeda.
Dengan total 36 guru, sekolah memperoleh tambahan puluhan tanaman yang memperkaya ekosistem sekolah. Langkah itu dinilai menjadi bagian dari budaya bersama dalam menjaga program lingkungan tetap berjalan.
Di tengah upaya mempertahankan capaian yang ada, SDN 008 Bontang Utara juga mulai membuka peluang menuju Adiwiyata ASEAN. Namun bagi sekolah, menjaga status Mandiri tetap menjadi prioritas utama.
“Mandiri itu sudah di atas nasional. Sekarang yang utama bagaimana mempertahankan, karena itu yang paling penting,” tutupnya.
PENULIS: Re