Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin. (FOTO: AD/ narasiepdia.net)
BONTANG. Pemerintah Kota Bontang mengusulkan enam paket kegiatan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam forum perencanaan pembangunan tahun 2027.
Dari total usulan tersebut, empat di antaranya difokuskan pada penanganan banjir melalui pembangunan dan peningkatan sistem drainase.
Kepala Bapperida Kota Bontang, Syahruddin, menjelaskan jumlah usulan yang dapat diajukan kabupaten/kota tahun ini dibatasi maksimal enam paket kegiatan oleh pemerintah provinsi.
“Kalau kemarin usulan kita ada enam. Satu untuk stunting, satu untuk pendidikan, dan empat usulan dari PU. Yang dibatasi itu jumlah paket usulannya, bukan nilai anggarannya,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, kebijakan pembatasan tersebut muncul setelah adanya penyesuaian fiskal di tingkat provinsi. Awalnya berkembang informasi bahwa bantuan keuangan untuk kabupaten/kota berpotensi tidak dialokasikan akibat penurunan pendapatan daerah yang cukup signifikan.
Namun, setelah pembahasan dalam Musrenbang, pemerintah provinsi tetap membuka ruang bantuan keuangan dengan membatasi jumlah usulan dari masing-masing daerah.
Syahruddin mengatakan empat usulan dari sektor pekerjaan umum mayoritas berkaitan dengan penanganan banjir melalui pembangunan drainase utama di kawasan permukiman.
“Drainase semua. Fokusnya pada drainase kota karena itu masih menjadi kewenangan pemerintah kota,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh usulan tersebut belum tentu mendapat persetujuan atau pendanaan dari pemerintah provinsi.
“Itu belum garansi. Kita hanya mengusulkan jumlah paketnya. Yang menentukan nanti kemampuan fiskal provinsi,” tandasnya.
PENULIS: AD