Gedung SMPN 2 Bontang. (FOTO: Re)
BONTANG. SMPN 2 Bontang mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi masa pensiun sejumlah tenaga pengajar. Upaya ini difokuskan pada penguatan beban mengajar guru yang masih aktif.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Jumadi, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan ada tiga guru yang memasuki masa pensiun.
“Kalau tiga orang itu pensiun, baru kita akan terasa kekurangan,” katanya, Selasa (31/3/2026).
Meski demikian, pihak sekolah telah menyiapkan langkah antisipatif agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menambah jam mengajar bagi guru yang masih berada di bawah batas maksimal.
“Guru yang jamnya belum sampai 40 JP akan kita tambahkan,” jelasnya.
Ia menilai, langkah ini cukup efektif sebagai solusi jangka pendek untuk menutup kekosongan tenaga pengajar.
Selain itu, pengaturan ulang jadwal pelajaran juga akan dilakukan agar distribusi beban kerja tetap seimbang.
Dengan jumlah guru yang saat ini mencapai 43 orang, sekolah masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian internal.
Jumadi optimistis, dengan strategi tersebut, kualitas pembelajaran tetap dapat terjaga meski menghadapi tantangan kekurangan tenaga pengajar.
PENULIS: Re