Home BONTANG Harapkan Dukungan Pemerintah dan Swasta, KTB Ingin Gelar Race Berskala Nasional
BONTANGGAYA HIDUPSPORT

Harapkan Dukungan Pemerintah dan Swasta, KTB Ingin Gelar Race Berskala Nasional

745

BONTANG. Suara deru mesin mini 4WD terdengar riuh di lintasan Cakdie Tamiya, tempat para pecinta Tamiya Bontang berkumpul setiap akhir pekan. Di sana, mobil-mobil mungil melaju kencang di atas trek berkelok, disambut sorak penonton dan tawa para penghobi. Di balik keseruan itu, ada semangat besar dari Komunitas Tamiya Bontang (KTB) untuk terus menghidupkan hobi balap mini ini agar semakin dikenal luas di Kota Taman.

Ketua KTB, Anton, menceritakan bahwa komunitas ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2014, saat itu masih bernama Bontang Tamiya Community (BTC). Didirikan oleh sejumlah penghobi Tamiya, termasuk dirinya, komunitas ini akhirnya menjadi wadah berkumpulnya para pecinta mini 4WD di kota industri ini.

Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Setelah sempat vakum beberapa tahun, komunitas ini akhirnya kembali aktif pada akhir 2023 dengan semangat baru dan nama baru, Komunitas Tamiya Bontang (KTB).

“Kami ingin menghidupkan lagi dunia Tamiya di Bontang. Tantangan terbesar kami sekarang adalah bagaimana membuat komunitas ini semakin dikenal dan diminati masyarakat,” ujar Anton.

Meski berstatus komunitas hobi, kiprah KTB tidak bisa dipandang sebelah mata. Anggotanya kerap menorehkan prestasi di berbagai ajang, mulai dari Juara 1 Event Tamiya Jogja 2014, Juara 2 di Sangatta 2016, hingga deretan podium dan penghargaan Best Tuning Overall (BTO) di berbagai event di Samarinda, Sangatta, dan Balikpapan. Catatan prestasi ini membuktikan bahwa semangat balap mini 4WD di Bontang masih menyala.

Sayangnya, di tengah semangat itu, dukungan yang mereka harapkan belum sepenuhnya datang. Anton menuturkan, komunitasnya pernah beberapa kali mengajukan proposal ke pihak swasta untuk mendukung kegiatan mereka, namun hingga kini belum ada yang terealisasi. Padahal, mereka rutin menggelar fun race mingguan dan memiliki rencana besar untuk menyelenggarakan event tahunan berskala regional bahkan nasional.

“Kalau ada dukungan dari pemerintah maupun perusahaan-perusahaan di Bontang, kami yakin kegiatan ini bisa lebih besar dan memberi dampak positif. Event Tamiya bisa menarik peserta dari luar daerah, memperkenalkan Bontang, bahkan ikut menambah PAD dan menggairahkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Bagi Anton dan rekan-rekannya, Tamiya bukan sekadar mainan. Tamiya adalah media untuk menjalin pertemanan, menyalurkan kreativitas, dan membangun semangat kompetisi sehat di kalangan masyarakat Bontang. Dengan dukungan yang tepat, mereka berharap suara deru Tamiya akan terus terdengar, bukan hanya di lintasan Cakdie Tamiya, tetapi juga di panggung regional bahkan nasional.

Related Articles

ADVETORIALBONTANG

DKP3 Bontang Uji Sampel Pangan di Dapur MBG, Lima Jenis Sayuran dan Buah Negatif Pestisida

DKP3 Bontang melakukan peengecekan sampel pangan yang digunakan SPPG di Bontang Selatan....

ADVETORIALBONTANG

DKP3 Bontang Petakan Kelurahan Rawan Pangan, FSVA 2026 Mulai Disusun

DKP3 Bontang memetakan kelurahan rawan pangan saat menyusun Food Security and Vulnerability...

BONTANGRAGAM

Gelar Pelantikan di Pendopo Rujab Wali Kota, BPD KKP dan IWP Bontang Resmi Dilantik Periode 2025–2030

BONTANG. Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Pinrang (BPD KKP) Kota Bontang resmi...

BONTANG

Nakhodai BPD KKP Bontang Periode 2025–2030, Bonnie Sukardi Usung Program Strategis 3 SIPAKAT

BONTANG. Bonnie Sukardi resmi memangku amanah sebagai Ketua BPD Kerukunan Keluarga Pinrang...