Ilustrasi konsep smart living, hunian modern yang dirancang lebih praktis, efisien, dan selaras dengan gaya hidup urban masa kini (FOTO: AI generated)
BONTANG. Konsep smart living semakin menguat sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Hunian kini tidak lagi sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang hidup yang dirancang untuk mendukung efisiensi, kenyamanan, serta produktivitas penghuninya.
Perkembangan konsep ini sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat perkotaan. Aktivitas bekerja dari rumah, keterbatasan lahan, serta kebutuhan ruang multifungsi mendorong masyarakat memilih hunian yang ringkas, tertata, dan mudah dikelola.
Berbagai publikasi sektor perumahan menunjukkan bahwa smart living menekankan pemanfaatan ruang secara efisien, penggunaan pencahayaan alami, serta pengelolaan energi yang lebih hemat. Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan urbanisasi dan meningkatnya kepadatan penduduk di wilayah perkotaan.
Berdasarkan publikasi Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi hunian di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam aspek kelayakan dan kualitas lingkungan. Data tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat proporsi rumah tangga yang menempati hunian dengan keterbatasan akses terhadap standar hunian layak dan sehat.
Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui salah satu artikel yang ada di web mereka dengan judul Kementerian PKP Dorong Standarisasi untuk Percepatan Hunian Layak , menyatakan bahwa mereka mendorong pembangunan hunian yang lebih efisien, layak, dan berkelanjutan. Standarisasi hunian dan perencanaan ruang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Tren smart living tercermin dari meningkatnya minat terhadap hunian minimalis dan apartemen berkonsep compact. Bagi generasi muda, konsep ini dinilai mampu menjawab kebutuhan gaya hidup modern yang praktis tanpa mengorbankan kenyamanan.
Ke depan, smart living diperkirakan akan terus berkembang sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Hunian tidak lagi hanya menjadi ruang fisik, tetapi juga ruang adaptif yang mengikuti perubahan kebutuhan dan pola hidup penghuninya.