BONTANG. PLN menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik bergilir yang telah berlangsung akhir-akhir ini. Kami memahami bahwa kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas masyarakat, kegiatan usaha, pelayanan publik, serta berbagai kebutuhan rumah tangga. PLN berkomitmen untuk terus bekerja keras mempercepat pemulihan sistem kelistrikan dan menyampaikan perkembangan penanganannya secara terbuka kepada masyarakat.
Saat ini, sistem kelistrikan Kalimantan masih menghadapi keterbatasan suplai akibat gangguan pada sejumlah pembangkit, sementara beberapa pembangkit lainnya sedang menjalani pemeliharaan. Kondisi ini diperparah oleh robohnya dua tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Talisayan – Maloy pada Minggu (25/10). Gangguan tersebut terjadi karena adanya pohon tumbang yang disebabkan pembukaan lahan oleh warga dengan cara dibakar.
Adapun pembangkit yang masih dalam proses pemulihan, di antaranya PLTGU Senipah, PLTU Indoeka dan PLTU Asam Asam. Sementara pembangkit swasta yang masih dalam pemeliharaan adalah PLTU GPK (100 MW).
PLN telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar pekerjaan pemeliharaan pembangkit dapat segera diselesaikan dan mengerahkan tim untuk mendirikan tower darurat (emergency tower) pada tower yang terdampak, sehingga daya mampu sistem dapat kembali ditingkatkan.
Dengan kondisi sistem yang masih terbatas, pemadaman bergilir masih berpotensi berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. PLN akan terus mengupayakan pengelolaan pasokan secara optimal untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan selama proses pemulihan.
Memahami pentingnya ketersediaan listrik bagi aktivitas masyarakat pada kondisi saat ini, PLN terus mempercepat pemulihan pembangkit lainnya serta mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menambah kapasitas secara bertahap melalui pembangkit sewa tahap 1 (158 MW) dan tahap II (120 MW).
Pada tahap 1, pembangkit Trisakti (20 MW) dan Pembangkit Batulicin (25 MW) telah berhasil beroperasi. Selanjutnya, 2 unit Pembangkit Batulicin berkapasitas total 15 MW sedang dalam tahap pengiriman dan akan beroperasi pada awal November 2026. Pada periode yang sama, perbaikan tower SUTT 150 kV Talisayan–Maloy ditargetkan selesai. Tambahan pembangkit lainnya juga akan menyusul pada November hingga Desember 2026. Sementara pembangkit sewa Tahap 2 akan beroperasi pada akhir Desember 2026. Proses pemulihan terus dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit.
PLN mengerahkan berbagai sumber daya yang ada untuk mempercepat pemulihan gangguan. PLN juga mengajak seluruh pelanggan untuk menggunakan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak, sebagai bagian dari upaya bersama mendukung pemanfaatan energi secara efisien dan bertanggung jawab.
Perkembangan kondisi kelistrikan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, dan kanal resmi PLN.
SUMBER: Zailla Mairofiah – Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kaltimra