Ketua Pokdarwis Kota Bontang, I Gede Astriawan (FOTO: Dok. narasipedia.net)
BONTANG. Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Bontang menyampaikan keprihatinan atas insiden kandasnya kapal wisata yang membawa 29 wisatawan asal Samarinda di perairan dekat Bontang Kuala, Senin (11/8/2026) sore.
Ketua Pokdarwis Kota Bontang, I Gede Astriawan, mengapresiasi respons cepat tim gabungan dalam mengevakuasi seluruh wisatawan. Sebanyak 29 penumpang berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Kami atas nama Forum Pokdarwis Kota Bontang menyatakan keprihatinan yang mendalam atas insiden kandasnya kapal wisata yang membawa saudara-saudara kita, wisatawan asal Kota Samarinda, di perairan dekat Bontang Kuala kemarin sore,” ujarnya.
Menurutnya, proses evakuasi berlangsung cepat setelah informasi awal diterima dari nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Unsur BPBD, Disdamkartan, Basarnas, Polairud, serta nelayan setempat kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesigapan para nelayan lokal, BPBD, Disdamkartan, serta tim gabungan yang bergerak cepat mengevakuasi seluruh 29 korban sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.
Meski seluruh wisatawan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, Pokdarwis menilai insiden tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap aspek keselamatan wisata bahari di Kota Bontang.
Forum Pokdarwis Bontang merekomendasikan sejumlah langkah untuk memperkuat standar keselamatan. Pertama, memperketat SOP keselamatan pelayaran wisata dan memastikan seluruh kapal dilengkapi alat keselamatan yang memadai.
Kedua, operator kapal diminta rutin memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum melakukan perjalanan. Ketiga, pelaku wisata bahari perlu mendapatkan pelatihan keselamatan dan dasar-dasar SAR secara berkala.
Selanjutnya, Pokdarwis mendorong penguatan koordinasi antara Pokdarwis, nelayan lokal, dan instansi teknis terkait. Pendampingan terhadap wisatawan yang terdampak insiden juga dinilai penting sebagai bagian dari penanganan pascakejadian.
“Besar harapan kami agar kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, sehingga pariwisata bahari Kota Bontang tetap aman, nyaman, dan menjadi destinasi yang terpercaya bagi para pengunjung,” pungkasnya.