Tim DPMPTSP Bontang melakukan monitoring dan evaluasi di Liter Coffee, Kelurahan Api-Api, terkait kepatuhan pelaporan LKPM (Foto : DPMPTSP Bontang / Narasipedia.net)
BONTANG. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang terus mengintensifkan pengawasan terhadap kepatuhan pelaku usaha.
Salah satunya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan di Liter Coffee, Kelurahan Api-Api, Selasa (06/05/2026).
Dari hasil pengawasan tersebut, Liter Coffee ditetapkan sebagai salah satu pelaku usaha yang akan mendapatkan pembinaan prioritas terkait kewajiban penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspiannur mengatakan, pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaku usaha tidak hanya memiliki legalitas usaha, tetapi juga memenuhi kewajiban pelaporan investasi secara berkala melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).
“Pelaporan LKPM merupakan kewajiban bagi pelaku usaha yang telah memiliki perizinan berusaha. Karena itu kami terus melakukan pendampingan agar pelaku usaha dapat memahami mekanismenya dengan baik,” ujarnya saat ditemui, Rabu (06/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan verifikasi dokumen perizinan, pemeriksaan data usaha, serta berdiskusi langsung dengan pengelola usaha mengenai kendala yang dihadapi dalam pelaporan LKPM.
Berdasarkan hasil evaluasi, usaha tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun masih terdapat kewajiban pelaporan yang perlu segera dipenuhi.
Menurut Aspiannur, kendala yang sering ditemui di lapangan umumnya berkaitan dengan pemahaman penggunaan sistem OSS-RBA, termasuk proses penginputan data investasi dan penyesuaian klasifikasi bidang usaha.
Sebagai tindak lanjut, DPMPTSP merekomendasikan agar pelaku usaha segera menyampaikan laporan yang masih tertunggak sekaligus mengikuti program pembinaan yang telah disiapkan.
Melalui pembinaan tersebut, DPMPTSP berharap tingkat kepatuhan pelaku usaha terhadap pelaporan investasi dapat terus meningkat sehingga mendukung tersedianya data investasi yang akurat di Kota Bontang.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar kewajiban pelaporan investasi dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
penulis : DN