Abdul Rohim, Anggota Komisi III DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net)
SAMARINDA. Sorotan terhadap minimnya fasilitas penerangan jalan kembali mencuat di Kota Samarinda. DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap penambahan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), khususnya di ruas-ruas yang dinilai rawan kecelakaan dan tindak kejahatan saat malam hari.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di kawasan Jalan Lempake Tepian. Ruas jalan tersebut disebut memiliki kondisi gelap di sepanjang jalur lebih dari satu kilometer, termasuk pada area yang terdapat jembatan, sehingga dinilai membahayakan pengendara yang melintas.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menilai kebutuhan LPJU seharusnya menjadi prioritas dalam pembenahan infrastruktur dasar kota. Ia menyebut persoalan itu turut dibahas dalam rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah.
“Masih banyak kawasan di Samarinda yang minim penerangan. Kondisi seperti di Lempake Tepian ini harus segera mendapat perhatian karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Menurut Rohim, keterbatasan anggaran tidak bisa terus dijadikan alasan lambatnya penambahan LPJU. Ia mendorong agar pemerintah menerapkan pola penganggaran yang mengutamakan pengembalian manfaat dari sumber pendapatan tertentu untuk pengembangan sektor terkai
“Kalau ada pemasukan dari retribusi atau pajak LPJU, maka sebagian anggarannya seharusnya dikembalikan lagi untuk memperluas dan memperbaiki fasilitas penerangan jalan,” katanya.
Ia mencontohkan konsep serupa yang diterapkan pada sektor pelayanan air bersih, di mana sebagian pendapatan digunakan kembali untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Selain itu, Rohim juga meminta evaluasi terhadap sejumlah program dengan nilai anggaran besar yang dinilai masih dapat diefisienkan. Menurutnya, hasil efisiensi tersebut bisa dialihkan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, termasuk penambahan penerangan jalan.
“Program yang anggarannya besar perlu ditinjau ulang. Kalau ada ruang efisiensi, dananya bisa dialihkan ke kebutuhan prioritas warga seperti LPJU,” tegasnya.
Hingga kini, pemerataan penerangan jalan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Samarinda. Keluhan warga terkait kondisi jalan yang gelap terus bermunculan karena dinilai meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus memunculkan rasa tidak aman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.
PENULIS: MJH