BONTANG. Yayasan Kesejahteraan Hari Tua PT Pupuk Kalimantan Timur (YKHT PKT) bersama PertaLife Insurance merampungkan rangkaian Sosialisasi Program Kesehatan Pensiunan (Prokespen) periode 2026–2027 yang menyasar ribuan peserta terdaftar. Kegiatan ini digelar secara bertahap di enam kota besar di Indonesia guna memastikan seluruh pensiunan memperoleh pemahaman komprehensif serta kepastian layanan kesehatan.
Rangkaian sosialisasi yang diikuti sekitar 1.000 hingga 1.500 peserta tersebut diawali di Jakarta pada 18 Juni, dilanjutkan ke Bandung, Malang, dan Yogyakarta. Setelah menyambangi Aula Koperasi PKT Bontang pada 28 Juli, rangkaian kegiatan ini resmi diakhiri di Makassar pada 6 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk menjangkau para pensiunan yang kini tersebar di berbagai wilayah.
Bendahara YKHT PKT, Lendl Wibisana, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan PertaLife Insurance merupakan langkah strategis yayasan dalam menjaga keberlanjutan serta meningkatkan mutu jaminan kesehatan. Melalui kemitraan ini, pengurus berkomitmen menjaga kestabilan layanan selama masa transisi kepengelolaan agar tetap berjalan optimal.
Pada periode 2026–2027 ini, YKHT PKT menghadirkan sejumlah peningkatan manfaat perlindungan yang lebih komprehensif bagi peserta. Di antaranya yaitu kenaikan plafon rawat jalan sebesar Rp1 juta per kelas, alokasi santunan duka sebesar Rp10 juta, hingga pemberian santunan harian bagi peserta yang memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan.

“Melalui sinergi yang berkelanjutan, YKHT PKT dan PertaLife Insurance terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh peserta Prokespen. Peningkatan manfaat ini kami imbangi dengan pelayanan yang mudah, cepat, dan terjangkau di berbagai wilayah,” ujar Lendl Wibisana.
Dalam sosialisasi tersebut, pengurus turut memaparkan inovasi kanal pelayanan pada masa transisi. Untuk mempermudah akses sebelum kartu fisik diterima, para pensiunan dapat langsung memanfaatkan kartu digital melalui aplikasi MyAdmedika yang cukup ditunjukkan bersama Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat berobat di fasilitas kesehatan mitra.
Selain memaparkan alur klaim dan kelengkapan dokumen, forum sosialisasi ini juga dirancang sebagai ruang konsultasi dua arah. Sejumlah isu krusial seperti mekanisme pelayanan masa transisi, jangkauan faskes di luar daerah Bontang, hingga penanganan kendala klaim menjadi topik mendalam yang didiskusikan peserta.
“Sosialisasi ini bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi menjadi ruang bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan dan aspirasi para pensiunan. Komitmen YKHT adalah memastikan setiap peserta mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, jelas, dan optimal, serta memastikan setiap kendala yang disampaikan dapat ditindaklanjuti dengan baik,” tegas Lendl.

Sebagai bentuk tanggapan atas berbagai masukan pensiunan, YKHT PKT dan PertaLife Insurance telah menyiagakan kanal aduan dan helpdesk resmi. Pihak yayasan mengimbau para pensiunan untuk tak ragu melapor jika menemui kendala di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan secara cepat. Lendl menekankan bahwa rampungnya sosialisasi di enam kota ini bukanlah akhir dari komunikasi, melainkan awal dari pemantauan berkelanjutan terhadap efektivitas layanan di lapangan.
“Masukan dari para pensiunan menjadi bahan evaluasi berkala kami. Prinsip utamanya, kami ingin memastikan seluruh pensiunan beserta keluarganya merasa aman, tenang, dan mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara optimal,” pungkasnya.