Home ADVETORIAL Usulan Rehab Sekolah 2027 Menumpuk, Sri Puji: Penanganan Harus Sesuai Kemampuan Fiskal
ADVETORIALKALTIMSAMARINDA

Usulan Rehab Sekolah 2027 Menumpuk, Sri Puji: Penanganan Harus Sesuai Kemampuan Fiskal

5

Sri Puji Astuti Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net)

SAMARINDA. Program rehabilitasi sekolah dipastikan masih menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan anggaran pendidikan Kota Samarinda tahun 2027. Sejumlah sekolah dengan kondisi ruang belajar yang membutuhkan perbaikan telah masuk dalam usulan, baik melalui pokok-pokok pikiran DPRD maupun hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan kebutuhan rehabilitasi sekolah di Samarinda masih cukup besar. Sejumlah usulan bahkan telah disampaikan melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD.

“Yang pasti masih ada. Dari usulan saya melalui pokir saja ada beberapa sekolah, belum lagi yang didapatkan dari Musrenbang mulai dari kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota,” kata Sri Puji, Rabu (19/8/2026)

Menurutnya, kebutuhan perbaikan fasilitas pendidikan juga terlihat dari hasil kunjungan langsung ke lapangan. Hampir di setiap kecamatan masih ditemukan sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama yang kondisi ruang belajarnya membutuhkan penanganan.

“Kalau kita turun ke lapangan, biasanya di setiap kecamatan ada SD maupun SMP yang memang sudah sangat perlu diperbaiki. Itu nanti kita usulkan semua, tinggal disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Sri Puji menjelaskan, pembiayaan rehabilitasi sekolah tidak hanya bergantung pada APBD Kota Samarinda. Pemerintah daerah juga dapat memanfaatkan sumber pendanaan lain, seperti bantuan keuangan maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Bisa melalui APBD Samarinda, bantuan keuangan, ataupun melalui DAK. Sumbernya cukup banyak,” jelasnya.

Ia menyebut kebutuhan rehabilitasi sarana pendidikan di Samarinda masih terbilang tinggi. Terdapat banyak ruang belajar yang membutuhkan renovasi dengan tingkat kerusakan berbeda, mulai dari kategori ringan hingga berat.

“Kita ini ada ribuan ruang belajar yang perlu renovasi, mulai dari ringan sampai berat,” katanya.

Sri Puji menambahkan, pada 2026 dukungan melalui DAK untuk sektor pendidikan juga cukup besar. Bantuan dari pemerintah pusat tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD hingga SMP.

“Untuk 2026 malah DAK yang cukup banyak, nilainya miliaran rupiah. SD, SMP dari pusat, bahkan TK juga mendapatkan,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Sri Puji, tantangan pada penyusunan program rehabilitasi sekolah tahun 2027 adalah menentukan skala prioritas. Banyaknya usulan dari berbagai wilayah harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Ia mencontohkan sejumlah kawasan seperti Samarinda Ulu, Samarinda Utara hingga Palaran masih memiliki cukup banyak kebutuhan perbaikan fasilitas pendidikan.

“Usulannya banyak sekali. Di Samarinda Ulu, Samarinda Utara, Palaran juga banyak. Kemungkinan programnya tetap ada, tetapi karena anggaran terbatas, tentu nanti kita memilih mana yang lebih prioritas,” pungkasnya.

PENULIS: MJH

Related Articles

ADVETORIALBONTANGEDUKASIKALTIM

Diskominfo Bontang Ajak Masyarakat Perangi Hoax dan Doxing, Ini Langkah Mudah Melaporkannya ke Komdigi

BONTANG. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang mengajak masyarakat untuk aktif...

ADVETORIALKALTIMSAMARINDA

Anhar Minta Rumah Sakit Tak Biarkan Pasien Menunggu Tanpa Kepastian

Anhar Anggota Komisi IV DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net) SAMARINDA. Persoalan antrean ruang...

ADVETORIALBONTANGCORPORATE

Selesaikan Uji Kinerja 168 Jam, Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Siap Beroperasi Penuh dan Pangkas Emisi 110 Ribu Ton CO2

BONTANG. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersiap mengoperasikan secara penuh Ammonia...