Home ADVETORIAL DKP3 Bontang Kenalkan Pertanian Sejak Dini, 160 Siswa Ikuti Smart Tani Goes to School
ADVETORIALBONTANG

DKP3 Bontang Kenalkan Pertanian Sejak Dini, 160 Siswa Ikuti Smart Tani Goes to School

41

Para siswa terlihat antusias mengikuti Smart Tani Goes to School gelaran DKP3 Bontang. (FOTO: SP/narasipedia.net) 

BONTANG. Mengenalkan pertanian kepada generasi muda tak harus menunggu mereka dewasa. Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mulai membawanya langsung ke lingkungan sekolah melalui program Smart Tani Goes to School.

Program tersebut menyasar 160 siswa dan siswi SDN 001 Bontang Selatan, Jumat (31/7/2026). Para pelajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar mengenai pertanian, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung proses awal bercocok tanam.

Kepala DKP3 Bontang Ahmad Aznem mengatakan, Smart Tani Goes to School menjadi bagian dari upaya pemerintah mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini. Terlebih, pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan di masa mendatang.

“Kami ingin anak-anak mengenal apa itu pertanian, manfaatnya, dan mengapa sektor ini penting bagi kehidupan serta ketahanan pangan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapat sosialisasi mengenai pengertian dan manfaat pertanian. Mereka kemudian diajak menyemai bibit serta membuat dan mencampur media tanam.

Menurut Ahmad Aznem, pendekatan melalui praktik langsung diharapkan membuat materi lebih mudah dipahami. Anak-anak bisa mengetahui bahwa bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari melewati proses panjang sebelum sampai ke meja makan.

Program Smart Tani Goes to School di Bontang juga diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan. Aktivitas bercocok tanam dinilai dapat melatih kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab anak dalam merawat tanaman.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun penghargaan terhadap profesi petani. DKP3 ingin anak-anak memahami bahwa petani memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Harapannya, dari kegiatan sederhana seperti menyemai dan menanam ini tumbuh kepedulian terhadap lingkungan sekaligus kesadaran mengenai pentingnya ketahanan pangan,” terangnya.

Ahmad Aznem menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara sekolah dasar dan Pemerintah Kota Bontang melalui DKP3. Edukasi pertanian sejak dini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teori, tetapi dapat membentuk kebiasaan positif dalam memanfaatkan lingkungan sekitar.

Selain menambah pengetahuan tentang proses produksi pangan, praktik pertanian juga dapat meningkatkan keterampilan motorik siswa. Anak-anak belajar menggunakan media tanam, menyemai bibit, hingga memahami tahapan pertumbuhan tanaman.

Melalui Smart Tani Goes to School, DKP3 Bontang berharap lahir generasi yang tidak hanya memahami pentingnya pertanian, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

PENULIS: SP

Related Articles

BONTANGRAGAM

Lima Tahun Tak Putus, Satimpo Berbagi Jadi Wujud Kepedulian Lurah dan Pegawai kepada Warga

BONTANG. Kepedulian terhadap warga kurang mampu terus ditunjukkan Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang...

BONTANG

Kabut Asap Selimuti Bontang, Dokter Paru Ingatkan Bahaya PM2.5 bagi Kesehatan

BONTANG. Kabut asap menyelimuti Kota Bontang, Kamis (17/9/2026) pagi. Sejumlah kawasan kota...

ADVETORIALBONTANG

Soal 25 Merek Beras Fortifikasi, DKP3 Bontang Tunggu Arahan Kementan

Ilustrasi beras fortifikasi yang diduga bermasalah dan beredar di pasaran. (FOTO: AI...

ADVETORIALBONTANG

Integrasikan Berbagai Layanan Publik, Diskominfo Bontang Siapkan Super App Limau

Kabid Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Bontang, Yudi Pancoro. (FOTO: Rdy/narasipedia.net) BONTANG. Guna memaksimalkan...