Home ADVETORIAL Kawal Raperda Penyertaan Modal BME, Bapperida Bontang Tekankan Optimalisasi Aset dan Dividen untuk PAD
ADVETORIALBONTANG

Kawal Raperda Penyertaan Modal BME, Bapperida Bontang Tekankan Optimalisasi Aset dan Dividen untuk PAD

1

Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agetha. (FOTO: Rdy/narasipedia.net) 

BONTANG. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang ikut serta dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada PT Bontang Migas dan Energi (BME) (Perseroda). Langkah ini diambil untuk mengamankan aset daerah sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Pembahasan tersebut dilakukan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi B DPRD Kota Bontang di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat DPRD Kota Bontang, Kamis (16/7/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam.

​Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agetha, mengapresiasi jalannya rapat kerja yang dinilai berjalan cepat namun menghasilkan poin-poin yang produktif untuk regulasi daerah.

​”Pertama-tama kami mengapresiasi pembahasan yang kilat tapi bermakna dan produktif hari ini. Itu yang kami sangat apresiasi dari Komisi B karena semakin efektif rapatnya,” ujarnya.

​Raperda ini disusun sebagai respons pemerintah daerah untuk menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait aliran dana masa lalu ke PT BME yang belum dinaungi Perda. Untuk memperkuat legalitas, penyertaan modal kini diberikan dalam bentuk barang (non-kas) berupa jaringan pipa gas (jargas) di kelurahan yang telah diaudit oleh akuntan publik senilai Rp12 miliar sekian. Jika ditambah modal awal Rp3 miliar, total aset ini menjadi modal strategis bagi perseroan.

​Bapperida mengingatkan bahwa pengalihan aset berkapasitas besar ini otomatis melimpahkan seluruh beban biaya pemeliharaan (maintenance) jaringan kepada PT BME. Oleh karena itu, pasca-koreksi bersama pada Pasal 11, Bapperida menekankan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak boleh menurun.

​”Asetnya ke mereka, namun pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena pemeliharaan terkait dengan jaringan ini pasti lumayan besar,” tegasnya

​Di sisi lain, mengingat tantangan kondisi keuangan daerah ke depan, Bapperida mendorong PT BME untuk bergerak agresif dalam mengejar dividen demi mendongkrak PAD Bontang. Terlebih, saat ini seluruh daerah sedang berlomba-lomba meningkatkan kemandirian fiskal.

​”Dengan kondisi keuangan kita yang agak sulit, dividen ini yang harus kita kejar semaksimal mungkin karena sekarang seluruh daerah berlomba-lomba mencari Pendapatan Asli Daerah,” lanjutnya.

​Dalam rapat tersebut, mencuat pula wacana pengetatan keuangan di mana seluruh pendapatan dari pengelolaan aset wajib masuk ke Kas Daerah (Kasda) terlebih dahulu, baru kemudian dicairkan melalui skema cost recovery berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) perusahaan. Skema ini diproyeksikan menjadi alat ukur performa bagi jajaran direksi baru PT BME dalam mengelola aset daerah.

PENULIS: Rdy

Related Articles

ADVETORIALBONTANG

Bapperida Bontang Usul Mitigasi Bencana Terintegrasi Jadi Kewajiban Kawasan Industri

Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agetha...

ADVETORIALBONTANG

Bapperida Bontang Ingatkan Penyesuaian Anggaran Usai Syarat Insentif Guru Diperingan

Kepala Bidang Pembangunan Manusia, Pemerintahan, Aparatur, dan Kesejahteraan Rakyat Bapperida Bontang, Hasman...

BONTANG

​6 Tahun Media Kaltim: Menguatkan Sinergi, Membangun Kolaborasi Bersama Stakeholder

CEO Media Kaltim Network, Agus Susanto (FOTO: Abdi/Media Kaltim) BONTANG. Media Kaltim...

BONTANG

Basri Rase Kembali Absen Mediasi Gugatan Perdata, Kuasa Hukum Ali Ridha Siapkan Gugatan Balik

BONTANG. Proses mediasi gugatan perdata yang diajukan mantan Wali Kota Bontang, Basri Rase,...